Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kelas Inspirasi: Siswa Kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya Antusias Ikuti Simulasi Bencana

Iklan Landscape Smamda
Kelas Inspirasi: Siswa Kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya Antusias Ikuti Simulasi Bencana
Chusairi, perwakilan dari BPBD Jawa Timur bersama siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya, tengah melakukan pemadaman kobaran api kecil dengan APAR dalam kegiatan Kelas Inspirasi "Mitigasi Bencana". Foto: Mitha Rizky Rachmawati/PWMU.CO
pwmu.co -

Komite SD Muhammadiyah 18 Surabaya mengadakan Kelas Inspirasi bertema Mitigasi Bencana dengan tajuk “Tanggap dan Siaga Bencana Sejak Dini”, Kamis (11/12/2025). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas 6 dengan tujuan memberikan pengetahuan dan edukasi tentang langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi sehingga dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian.

Kelas Inspirasi tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pemilihan tema mitigasi bencana menjadi wujud keprihatinan orang tua, guru, dan siswa terhadap maraknya berita bencana alam di Indonesia.

Para narasumber berasal dari berbagai bidang, di antaranya dosen keperawatan jiwa, dosen manajemen bencana, relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Siswanto Agung Wijaya, Dosen Manajemen Bencana, menyampaikan bahwa saat gempa terjadi, hal utama yang harus dilakukan adalah melindungi kepala dan leher dengan tangan.

“Perhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat. Ketika terjadi gempa, pastikan mengetahui lokasi paling aman untuk berlindung, hindari berdesakan, dan gunakan alat di sekitar sebagai pelindung,” ujarnya.

Selain materi tentang gempa bumi, siswa juga mendapatkan pelatihan langsung menangani korban luka oleh BPBD Jawa Timur.

Dicky, perwakilan BPBD Jawa Timur, menjelaskan bahwa penolong harus memastikan posisi kepala, leher, dan kaki korban stabil serta memastikan tandu lipat dibawa dengan benar.

Beberapa kelompok siswa diajak mempraktikkan teknik penyelamatan korban. Mereka tampak antusias memperhatikan setiap tahapan.

“Seru sekali, belajar langsung menolong orang dan mengangkat tandu,” ujar Raskha Abiandra Aldizar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Siswa kemudian diajak mengamati area sekitar sekolah untuk menentukan zona rawan, sedang, dan aman sebagai titik kumpul. Mereka memberi tanda merah, kuning, dan hijau pada titik yang telah dianalisis.

“Alhamdulillah, menyenangkan. Dari sini kita bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” kata Affan Athallah Revalsyah.

Antusiasme semakin meningkat saat simulasi gempa dan kebakaran dimulai. “Sirine berbunyi menandakan gempa. Siswa melindungi kepala dan leher. Ketika sirine berhenti, mereka bergerak menuju titik kumpul dengan tertib,” ujar Agung.

Di halaman sekolah, siswa mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan mobil edukasi BPBD. Chusairi, perwakilan BPBD Jawa Timur, menunjukkan teknik memadamkan api kecil menggunakan karung goni basah atau APAR.

“Pastikan karung basah, tutup sumber api dengan rapat tanpa melempar, dan perhatikan arah angin,” jelasnya.

Siswa tampak heboh ketika api di dalam tong berhasil dipadamkan. Beberapa di antaranya tampil berani untuk mencoba. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu