Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kelas M-ICO Smamsatu Praktikkan Pembelajaran Menyenangkan dengan Kartu Remi

Iklan Landscape Smamda
Kelas M-ICO Smamsatu Praktikkan Pembelajaran Menyenangkan dengan Kartu Remi
pwmu.co -
Siswa Kelas X3 Internasional Class Orientation (ICO) Smamsatu Gresik praktikkan pembelajaran menyenangkan lewat kartu remi (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kelas M-ICO Smamsatu (SMA Muhammadiyah 1) Gresik, Jawa Timur, kedatangan tim visitasi dari merican College Test (ACT) Muhammadiyah Internasional Class Orientation (M-ICO), Selasa (21/11/2023).

Agenda ini untuk melakukan observasi tentang proses belajar dan pembelajaran di Kelas M-ICO agar terus berproses menuju yang terbaik bagi para siswa.

Guru Bahas Inggris Smamsatu Gresik M Ali Safa’at SPd berkesempatan menjadi guru model yang akan melakukan praktik pembelajaran di Kelas X3 ICO. Dia menyampaikan rasa senang dan antusias bisa belajar lebih banyak ilmu.

“Saya senang, karena bisa menampilkan proses belajar dan pembelajaran dengan baik, dan mendapatkan banyak ilmu dari evaluasi yang diberikan oleh tim ACT,” ujarnya pada PWMU.CO, Rabu (22/11/2023).

Tim Visitor dari American College Test (ACT) International Class Orientation Muhammadiyah Internasional Class Orientation (M-ICO) melakukan observasi pada kelas X3 Smamsatu Gresik (Istimewa/PWMU.CO)

Mister Ali, sapaannya, menjelaskan strategi pembelajarannya dengan membuat materi melalui permainan kartu remi, “Saya ‘kan sering melihat anak itu main remi waktu istirahat. Nah kadang persepsi orang itu ‘kan main remi itu kan negatif, karena bisa ke arah judi dan sebagainya. Akhirnya bagaimana cara membuat anak tetap senang bermain remi, tapi juga bisa sambil belajar,” katanya.

Guru yang terkenal ramah itu menambahkan, “Kebetulan waktu itu, saya mengajarkan anak-anak tentang tenses. Dan saya mengajarkan empat tenses. Kan kita tahu di kartu remi itu juga ada empat jenis kartu, yaitu waru hitam, keriting, wajik dan hati. Lalu, saya minta mereka untuk membuat kartu yang berhubungan dengan tenses tersebut.”

ACT Regional Account Director and Head of Business Development (Indonesia), Any Sulianti menyampaikan hasil observasinya. “Sudah luar biasa, tapi masih perlu ada perbaikan, terutama untuk pembuatan kartu bisa disampaikan di Moodle atau LMS, dan anak bisa mengerjakan di rumah, sehingga ketika di sekolah bisa langsung praktik untuk bermain kartu dan belajar. Jadi menggunakan blended learning begitu,” ujarnya. (*)

Penulis Evi Damayanti Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu