Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemah Besar HW Jatim, Wakil Ketua PWM Jatim Tekankan Lima Pilar Kekuatan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Kemah Besar HW Jatim, Wakil Ketua PWM Jatim Tekankan Lima Pilar Kekuatan Muhammadiyah
pwmu.co -
Sholihin Fanani saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara. (Alfain/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kabut tipis menyambut ratusan peserta yang mulai berdatangan di Pondok Diklat Hizbul Wathan Jawa Timur, Dusun Sumbersuko, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi (24/6/2025).

Dengan membawa semangat dan perlengkapan perkemahan, para pandu dari Qabilah Penghela dan Penuntun se-Jawa Timur bersiap mengikuti Kemah Besar Hizbul Wathan (HW).

Selama tiga hari, Selasa-Kamis (24–26/6/2025), sekitar 800 peserta mengikuti kegiatan bertema “Mengasah Kemampuan Melatih Kader Utama”. Mereka datang dari berbagai pelosok Jawa Timur, mewakili semangat generasi muda Muhammadiyah yang siap digembleng menjadi kader tangguh: untuk Persyarikatan, umat, dan bangsa.

Kemah besar ini tidak sekadar ajang temu kangen antar kader. Dalam pembukaan hadir pula tokoh-tokoh penting Muhammadiyah dan HW, di antaranya Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan Nugraha Hadikusuma, Wakil Ketua PWM Jatim KH Dr Sholihin Fanani MPSDM, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim Dr Eko Hardi Ansyah MPsi, dan Ketua Kwarwil HW Jatim Fathurrahim Syuhadi. Sejumlah pejabat Forkopimda, Kwarcab Pramuka Pasuruan, serta ortom tingkat wilayah juga ikut menyemarakkan pembukaan.

Dalam sambutan pembukaan, KH Sholihin Fanani menyampaikan pesan penting yang menggugah semangat para peserta. Ia menegaskan bahwa kader Hizbul Wathan bukan hanya bagian dari HW semata, tapi juga merupakan aset besar bagi masa depan Muhammadiyah, Islam, dan bangsa Indonesia.

“Adik-adik di sini bukan hanya mewakili HW, tapi harus siap menjadi kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. Kalian adalah aset penting Muhammadiyah,” ujarnya penuh semangat.

Menggali Lima Kekuatan Muhammadiyah

Lebih dari sekadar kemah, kegiatan ini menjadi ruang internalisasi nilai-nilai ideologis Muhammadiyah kepada generasi mudanya.

Sholihin Fanani mengingatkan lima kekuatan utama Muhammadiyah yang harus dijaga dan ditumbuhkan para kader:

Satu, Ruhul Jihad (Semangat Juang): Jiwa untuk berkorban, berdakwah, dan menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Dua, Komitmen pada Nilai Agama: Beragama secara lurus sesuai manhaj tarjih, menjadikan setiap aktivitas termasuk kemah ini sebagai bagian dari ibadah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tiga, Militansi Penggerak: Militansi yang melahirkan kemandirian dan daya tahan dalam menghadapi tantangan zaman.

Empat, Profesionalitas: Menyelenggarakan kegiatan dengan manajemen yang tertata dan bertanggung jawab.

Kelima, Keikhlasan: Ruh utama perjuangan, tanpa pamrih dan senantiasa menjunjung akhlak.

“Organisasi akan kuat kalau dipimpin oleh kader yang militan. Bukan leletansi atau kuitansi, tapi militansi!” canda Sholihin, disambut gelak tawa peserta.

Peserta mendapatkan berbagai fasilitas seperti kaos lapangan, tiska (tanda ikut serta kegiatan), tenda, ID card, sertifikat, dan konsumsi selama kegiatan.

Sebagaimana disampaikan oleh Sholihin Fanani, Muhammadiyah bisa bertahan lebih dari satu abad karena kekuatan internalnya. “Inner dynamic Muhammadiyah itu kuat. Maka kader HW harus menjadi bagian dari kekuatan itu. Jangan lemas ketika tidak ada lomba. Jangan hanya ramai saat perkemahan,” pesannya.

Kemah ini menjadi momentum penting bagi Hizbul Wathan Jawa Timur untuk mempertegas peran strategisnya dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu