Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemenag Kabupaten Sidoarjo Adakan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Guru PAI di Smamita

Iklan Landscape Smamda
Kemenag Kabupaten Sidoarjo Adakan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Guru PAI di Smamita
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Guru PAI kabupaten Sidoarjo 2025 di ruang Demokrasi SMA Muhammadiyah 1 Taman. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) penerima tunjangan profesi tahun 2025 di Ruang Demokrasi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Kamis (20/11/2025).

Kegiatan ini diikuti para guru PAI dari wilayah Taman, Sedati, dan Sukodono. Dimulai pukul 07.30 WIB, monev bertujuan memastikan kualitas pembelajaran PAI tetap terjaga sekaligus menjamin bahwa guru penerima tunjangan profesi telah memenuhi unsur kompetensi dan kewajiban profesionalnya.

Monev dilakukan oleh tim pengawas PAI Kemenag Kabupaten Sidoarjo, di antaranya Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sidoarjo Rohmat Nasrudin, Lc., M.Ag., Pengawas PAI Dr. Taufiqurrohman, M.Ag., A. Rokib, S.Ag., M.Pd., serta Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrannta, MIKom, dan jajaran guru PAI lainnya.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap administrasi pembelajaran, proses kegiatan belajar mengajar, serta keterlibatan guru dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rohmat Nasrudin menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini penting sebagai bentuk akuntabilitas dan penjaminan mutu pendidikan. “Tunjangan profesi bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kinerja guru agar tetap profesional, inovatif, dan sesuai regulasi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti beratnya tanggung jawab guru agama dibandingkan guru mata pelajaran lain, terutama dalam pembinaan moral dan akhlak siswa. Menurutnya, guru agama sering menjadi pihak yang paling disorot ketika terjadi permasalahan terkait perilaku peserta didik.

“Tantangan kita cukup besar. Materi pelajaran agama terkadang masih dianggap sebagai pelengkap, bukan sebagai tujuan utama. Akibatnya, respons siswa pun kurang maksimal. Namun hal itu tidak boleh mematahkan semangat kita, karena apa yang kita lakukan diniatkan sebagai ibadah kepada Allah Swt,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an ditegaskan perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman, serta antara pendidik yang sungguh-sungguh dan yang tidak. Oleh karena itu, profesionalisme guru PAI harus terus ditingkatkan di tengah dinamika sosial yang cenderung berorientasi pada urusan duniawi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Sebanyak apa pun amal dunia, jika tidak dibarengi niat yang baik, tidak akan bernilai akhirat. Maka kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam meningkatkan profesionalisme sebagai guru PAI,” tuturnya.

Guru PAI yang menjadi sasaran monev juga menunjukkan kesiapan dengan menghadirkan perangkat pembelajaran seperti RPP, program semester, jurnal mengajar, serta bukti kegiatan pengembangan kompetensi pedagogik dan profesional.

Selain itu, tim pengawas memberikan ruang diskusi dan pendampingan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi tahun 2025 ini, diharapkan para guru PAI semakin termotivasi untuk berinovasi, memperkuat kompetensi, serta menghadirkan pembelajaran agama Islam yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dengan demikian, tunjangan profesi yang diterima benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu