Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemendikdasmen Dukung Buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia”: Perkuat Pendidikan Karakter dan Nilai Pancasila

Iklan Landscape Smamda
Kemendikdasmen Dukung Buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia”: Perkuat Pendidikan Karakter dan Nilai Pancasila
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Atip Latipulhayat, serta sejumlah tokoh bangsa seperti Irman Gusman, Siswono Yudo Husodo, dan Omi Komariah Madjid. Foto: Humas Kemendikdasmen/PWMU.CO
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung peluncuran buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia: Epos Sumbangsih Cerlang Nusantara sebagai Pandu Masa Depan” karya cendekiawan kebangsaan Yudi Latif. Buku ini dipandang sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kebanggaan nasional, dan semangat Pancasila di kalangan generasi muda.

Acara peluncuran buku berlangsung di Jakarta, Senin (28/10), bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan HUT ke-15 Aliansi Kebangsaan. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Atip Latipulhayat, serta sejumlah tokoh bangsa seperti Irman Gusman, Siswono Yudo Husodo, dan Omi Komariah Madjid.

Mu’ti: Indonesia Unik dan Menginspirasi Dunia

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut buku karya Yudi Latif ini sebagai refleksi penting tentang peran dan sumbangsih Indonesia bagi dunia.

“Buku ini menunjukkan betapa Indonesia memiliki nilai dan kekayaan luar biasa. Sering kali tanpa kita sadari, apa yang kita miliki justru dikagumi dan menginspirasi negara lain,” ujarnya.

Menurutnya, buku tersebut sangat relevan untuk dijadikan bahan pembelajaran sejarah dan kebangsaan di berbagai jenjang pendidikan — mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.

Mu’ti juga menafsirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan cara yang segar dan reflektif.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya unity in diversity, tapi unity is diversity. Kesatuan Indonesia justru terletak pada keberagamannya,” tegasnya.

Atip: Buku Ini Relevan untuk Nation Building

Sementara itu, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengapresiasi kedalaman kajian dalam buku tersebut, terutama pada bagian yang membahas Deklarasi Juanda sebagai simbol kedaulatan maritim Indonesia.

“Buku ini sangat relevan dengan upaya merawat kebangsaan Indonesia melalui nation building di tengah dinamika zaman,” ujarnya.

Buku setebal lebih dari 400 halaman ini mengulas 22 bab tematik, mencakup aspek geologi, oseanografi, keanekaragaman hayati, peradaban maritim, seni tradisional, hingga kontribusi Indonesia di kancah internasional, termasuk Konferensi Asia-Afrika Juanda.

Jadi Rujukan Pendidikan Karakter dan Pancasila

Kemendikdasmen menyambut positif buku ini sebagai rujukan penting dalam penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila.

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kemendikdasmen tengah mengadaptasi sejumlah fragmen karya Yudi Latif menjadi konten digital dan komik edukatif yang akan diajarkan di satuan pendidikan.

“Kami ingin nilai-nilai kebangsaan disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami siswa,” terang perwakilan Kemendikdasmen dalam kesempatan itu.

Peluncuran buku ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Dana Dharma Pancasila, yang memberikan beasiswa penelitian bagi mahasiswa magister dan doktoral untuk kajian tiga ranah Pancasila: tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera.

15 Tahun Aliansi Kebangsaan: Membangun Semangat Intelektual Bangsa

Aliansi Kebangsaan yang didirikan pada 28 Oktober 2010 kini genap berusia 15 tahun. Didirikan dan dipimpin oleh Ponco Sutowo, jaringan cendekiawan lintas disiplin ini memiliki visi memajukan kebangsaan Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Selama satu setengah dekade, Aliansi Kebangsaan aktif menggelar diskusi, publikasi, dan kolaborasi akademik untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan daya pikir kritis anak muda Indonesia.

Kemendikdasmen: Pendidikan Harus Menyentuh Jiwa Bangsa

Melalui momentum ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung karya-karya intelektual yang menanamkan rasa cinta tanah air dan kesadaran kebangsaan.

“Buku Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia bukan sekadar refleksi sejarah, tetapi panduan moral dan inspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih berkarakter dan berdaya,” tutup Mendikdasmen Mu’ti.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu