Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Dukungan Psikososial untuk pendidik di Kabupaten Sumenep, Jumat (15/11/2025).
Sebanyak 54 pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan intensif tersebut. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan sekolah dalam mengenali risiko, menyusun rencana kesiapsiagaan, hingga merespons situasi darurat secara cepat dan tepat, termasuk memberikan pendampingan psikososial bagi warga sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ahmad Laili Maulili menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam membangun budaya aman bencana di sekolah.
“Kegiatan ini bukti bahwa mitigasi bencana harus dikerjakan bersama. Dengan dukungan Kemendikdasmen dan MDMC, kami berharap sekolah-sekolah di Sumenep semakin siap—baik secara teknis maupun psikososial,” ujarnya.
Materi Pelatihan
Pelatihan menghadirkan sejumlah materi kunci, antara lain:
- Pemetaan risiko dan kerentanan sekolah
- Penyusunan SOP, rencana kontinjensi, dan jalur evakuasi
- Simulasi respons darurat dan manajemen bencana sekolah
- Dukungan psikososial awal dan lanjutan bagi siswa dan guru
- Penguatan koordinasi antarlembaga dalam penanggulangan bencana
Ahmad Laili juga menyoroti pentingnya pendampingan psikososial dalam proses pemulihan peserta didik pascabencana.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan secara psikologis. Pendekatan psikososial memastikan pemulihan trauma berjalan lebih cepat, tepat, dan manusiawi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Sumenep bersama Kemendikdasmen dan MDMC menargetkan terbentuknya budaya kesiapsiagaan berkelanjutan di sekolah-sekolah.
“Kami berkomitmen memperluas program ini. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga zona aman bagi seluruh anak,” tandasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments