Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemendikdasmen Resmikan Implementasi Koding dan AI di Sekolah lewat National Launch UOB My Digital Space

Iklan Landscape Smamda
Kemendikdasmen Resmikan Implementasi Koding dan AI di Sekolah lewat National Launch UOB My Digital Space
Peluncuran UOB My Digital Space in collaboration with Ruang Guru (Humas Kemendikdasmen/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berupaya mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dimulai dari jenjang kelas 5 SD, SMP, hingga SMA mulai pada semester ini.

Hal tersebut dibuktikan melalui acara National Launch UOB My Digital Space in collaboration with Ruang Guru di Jakarta pada Rabu (20/8/2025).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul di era digital.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa program ini mendapatkan dukungan penuh dari UOB dan Ruang Guru melalui inisiatif UOB My Digital Space in collaboration with Ruang Guru.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada UOB dan Ruang Guru atas dukungannya yang sangat bermakna dalam menyukseskan kebijakan ini. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun generasi Indonesia yang kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini,” ujar Mendikdasmen.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa keterampilan digital, termasuk Koding dan Kecerdasan Artifisial, merupakan salah satu dari 10 keahlian utama yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha pada tahun 2030, sebagaimana diproyeksikan oleh World Economic Forum.

Selain itu, pembelajaran Koding juga melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, problem solving, serta kreatif, yang menjadi bagian penting dari kompetensi masa depan.

“Koding bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang kemampuan logis, analitis, kritis, dan kreatif yang sangat esensial bagi keberlanjutan masa depan kita,” tambah Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti berharap kerja sama lintas sektor ini dapat berjalan dengan baik serta menjadi bagian dari upaya kolektif mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mari bersama-sama membangun generasi manusia Indonesia yang hebat dan kuat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama UOB Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa peluncuran UOB My Digital Space bersama Ruang Guru merupakan wujud nyata komitmen UOB dalam memperkuat literasi digital di Indonesia.

“Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia, skor literasi digital pada tahun 2024 masih berada di angka 43,34 persen. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital secara berkelanjutan. Kami percaya pendidikan dan teknologi adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendorong aktivitas ekonomi,” jelas Hendra.

Hendra juga menjelaskan bahwa selama lima tahun ke depan, program ini ditargetkan menjangkau 90 ribu siswa di seluruh Indonesia, mulai dari SD hingga SMA. Selain itu, peserta juga akan dibekali dengan perangkat dan kurikulum yang mendorong kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran coding dan computational thinking.

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita poin keempat, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing bangsa di pasar global.

“Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat. Karena itu, kami berharap kemitraan UOB dengan Ruang Guru dapat menjadi katalis perubahan, memberikan kesempatan belajar yang lebih merata, serta membekali generasi muda dengan keterampilan untuk sukses di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Ruang Guru, Belva Devara, menyampaikan bahwa Ruang Guru sangat bangga dapat menjadi mitra dalam program ini.

“UOB My Digital Space akan hadir di 38 provinsi, mencakup 250 hingga 500 sekolah per tahun di lebih dari 60 kota dan kabupaten. Ada tiga pilar utama dalam program ini yakni: programming, computational thinking, dan digital literacy. Untuk SD, fokusnya membuat animasi dan game interaktif sederhana. SMP diarahkan pada pengembangan aplikasi mobile, sedangkan SMA akan belajar Python Programming dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi,” ungkap Belva.

Belva menambahkan bahwa penghargaan terbesar bagi Ruang Guru bukan sekadar prestasi Internasional, melainkan dampak nyata bagi siswa.

“Bagi kami, penghargaan sesungguhnya adalah bisa melihat anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar keterampilan digital yang nantinya akan menjadi bekal mereka di masa depan,” katanya.

Dengan target menjangkau 90 ribu siswa di 38 provinsi dalam lima tahun, program tersebut diharapkan mampu menjembatani kesenjangan digital, memperkuat kualitas pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu