
Kampus pencerah ini menargetkan 10 ribu mahasiswa penerima beasiswa, dan saat ini sudah terealisasi sekitar empat ribu orang.
Target tersebut, kata Dr Hidayatulloh, menjadi semangat Umsida untuk memberikan layanan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga anggaran pemerintah semakin besar sehingga ke depan kuota yang diberikan kepada kampus juga semakin besar,” tutupnya dalam sambutan yang dilanjutkan dengan pembukaan sosialisasi KIP-K secara resmi.
Komitmen dan Akuntabilitas Jadi Prinsip LLDIKTI Wilayah 7
Selanjutnya, Muhammad Machmud SKom MKom Plt. Kabag Umum LLDIKTI Wilayah 7, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KIP-K merupakan wujud bantuan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami memiliki dua aspek, yang pertama yakni komitmen. Kami ingatkan bahwa yang namanya beasiswa sepenuhnya diberikan kepada penerima, jangan sampai ada subsidi silang kepada mahasiswa yang lain,” katanya.
Itu menjadi komitmen dan tanggung jawab LLDIKTI dalam menjaga penerimaan, penyaluran, hingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh mahasiswa.
“Jangan sampai ada perguruan tinggi yang menggunakan KIP untuk mahasiswa kelas ‘eksekutif’. Selain komitmen, kami juga memiliki prinsip akuntabilitas,” terangnya.
Artinya, kata Machmud, LLDIKTI memiliki tata kelola yang baik, mulai dari pendataan, pendistribusian rekening, hingga pencairan dana.
Termasuk yang paling diperhatikan adalah akuntabilitas terhadap akademik penerima beasiswa. Ia berharap perguruan tinggi bersama-sama menjaga komitmen dan akuntabilitas, melaksanakan penyaluran KIP-K dengan baik, serta mendampingi kegiatan akademik mahasiswa penerima secara akuntabel sesuai peraturan.
Penulis Romadhona S Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments