Pembelajaran bermakna kembali ditunjukkan oleh TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana, Kabupaten Gresik melalui kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kali ini, para siswa dikenalkan pada empat habitat hidup satwa melalui pembuatan diorama kreatif dari bahan-bahan sederhana yang mudah dijumpai di sekitar rumah dan sekolah, Senin (15/12/2025).
Empat habitat yang dikenalkan kepada siswa meliputi habitat darat, air, udara, dan salju. Dengan pendampingan guru, anak-anak diajak memahami karakteristik setiap habitat beserta jenis-jenis hewan yang hidup di dalamnya.
Pembelajaran ini dikemas secara menyenangkan agar sesuai dengan dunia anak usia dini.
Guru TK B, Natasya Merdika, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan proyek diorama ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kepedulian anak terhadap lingkungan dan makhluk hidup.
“Melalui proyek sederhana ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenal hewan, tetapi juga memahami tempat hidupnya dan pentingnya menjaga alam,” ujarnya.
Natasya menyampaikan bahwa ada 1 habitat unik yang baru dikenalkna kepada anak-anak yaitu salju.
“Musim salju memang tidak ada di Indonesia, tapi kita kenalkan juga bahwa ada makhluk hidup yang berada di lingkungan bersalju,” imbuhnya.
Dalam proses pembuatan diorama, siswa menggunakan berbagai bahan sederhana mulai dari kardus bekas, kertas warna, pasir, daun kering, kapas, hingga kertas bekas.
Bahan-bahan tersebut dirangkai menjadi miniatur habitat yang menarik. Terdapat diorama hutan lengkap dengan pepohonan dan hewan liar, habitat air yang menampilkan ikan serta tumbuhan air, habitat darat dengan berbagai hewan ternak, serta habitat udara yang menggambarkan kehidupan burung dan serangga.
Selain itu, dihadirkan pula habitat salju yang dihiasi tumbuhan berdaun jarum serta fauna khas seperti beruang, serigala, burung hantu, dan anjing laut.
Natasya menjelaskan bahwa kegiatan ini juga melatih kemampuan motorik halus anak, kerja sama, serta keberanian dalam menyampaikan ide.
Anak-anak tampak antusias saat menjelaskan hasil karya diorama mereka di depan teman-teman. Dengan bahasa sederhana, mereka menyebutkan nama hewan dan habitatnya masing-masing.
Pembelajaran berbasis proyek pada akhir Semester I ini dilaksanakan selama empat hari. Jhonatan Adriyel Putra Valentino dan Mikhayla Shaqueena Azzaky, siswa kelas TK B ABA 49 Griya Kencana, mendapat kesempatan untuk mengerjakan proyek tersebut.
“Lucu beruangnya, bulunya tebal dan saljunya terbuat dari kapas yang ditempel-tempel,” celoteh JoJo sembari tetap fokus menggunting beberapa gambar ornamen.
Di sudut lain, Mikhayla tampak asyik menempelkan awan sebagai ornamen tambahan.
“Sebentar lagi jadi deh,” ucapnya sambil tersenyum.
Empat diorama tersebut terbuat dari bahan karton bekas yang dilapisi kertas manila berwarna dasar biru.
Diorama berukuran 50 cm × 50 cm dengan tinggi 60 cm itu sukses membuat kedua siswa kelas TK B tersebut sibuk. Setiap hari, mereka mendapatkan tugas masing-masing untuk menghias setiap bagiannya.
“Tak hanya menempel dan menggunting, siswa juga harus mampu bercerita tentang masing-masing habitat,” kata Natasya.
Melalui proyek diorama empat habitat hidup satwa, TK ABA 49 Griya Kencana berharap dapat menanamkan sejak dini nilai cinta lingkungan, kreativitas, dan kemandirian pada anak.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan sederhana mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments