
PWMU.CO – Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Al-Ghoihab, panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Putra, saat MTS Muhammadiyah 15 Lamongan menggelar sesi foto album perpisahan untuk siswa kelas IX, Sabtu (19/4/2025).
Acara yang dimulai sejak pukul 07.20 WIB ini bukan sekadar dokumentasi akhir tahun, melainkan menjadi momen penuh makna yang mempererat ikatan antara siswa, guru, dan kenangan yang tak terlupakan.
Kegiatan dibuka dengan sesi foto bersama antara siswa dan para guru. Senyum lepas dan canda tawa mewarnai setiap jepretan kamera, namun tidak lama kemudian suasana berubah menjadi lebih emosional saat tiga lagu dipersembahkan oleh siswa untuk para guru tercinta.
Suasana makin menyentuh saat seluruh siswa membentuk koreografi sederhana yang diiringi lagu laskar pelangi dan sampai jumpa. Namun momen paling menggetarkan hati terjadi ketika lingkaran kebersamaan dibentuk, dan seorang siswa maju membacakan puisi untuk mengenang almarhum Ustadz Muhammad Qosimul Ghozy, Guru sekaligus Waka kesiswaan yang wafat pada 26 Desember 2024.
Dua siswa lainnya membawa bunga dan pigura berisi foto almarhum, lalu menyerahkannya kepada Kepala Madrasah, Ibu Alimah SPd. Tangis haru pecah tak terbendung, guru dan siswa larut dalam kenangan akan sosok almarhum yang dikenal sangat disiplin dan penuh dedikasi.

Dalam testimoni yang disampaikan, Ibu Alimah menyampaikan rasa syukur dan harapan untuk para siswa kelas IX.
“Alhamdulillah, hari ini anak-anakku sekalian bisa sampai di titik ini, di akhir masa belajar kalian di madrasah. Semoga kalian semua tetap menjaga akhlak, menjadi santriwan dan santriwati terbaik, dan tidak melupakan nilai-nilai yang telah diajarkan selama di Pondok Al Mizan,” tuturnya.
Tak lupa, ia juga memanjatkan doa untuk Ustadz Qosimul Ghozy.
“Semoga Allah Swt menerima semua amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menjadikan beliau teladan dalam kedisiplinan dan kesabaran membimbing siswa,” harapnya.
Acara perpisahan ini bukan hanya menjadi kenangan manis untuk diingat, tapi juga pelajaran tentang pentingnya kebersamaan, menghargai jasa para guru, dan mengikhlaskan kepergian sosok yang pernah hadir memberi cahaya dalam proses belajar. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments