Perguruan Muhammadiyah Menongo yang meliputi KB–TK Aisyiyah, MI Muhammadiyah 2 Menongo, dan MTs Muhammadiyah 20 Menongo melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (19/1/2026) di halaman Perguruan Muhammadiyah Menongo.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., menegaskan pentingnya implementasi kurikulum berbasis cinta dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah. Ia menyampaikan bahwa konsep tersebut harus benar-benar diinternalisasikan, tidak hanya dipahami secara teori.

Menurut Suparno, kurikulum berbasis cinta diwujudkan melalui Panca Cinta, yakni cinta kepada Tuhan, diri sendiri dan sesama, ilmu pengetahuan, alam, serta bangsa. Nilai-nilai tersebut selaras dengan kurikulum nasional dan perlu diterapkan secara nyata dalam perilaku peserta didik maupun pendidik.
Dalam sambutannya, Suparno juga menyoroti kepedulian terhadap lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan. Ia menekankan bahwa cinta terhadap alam harus dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan sekolah.
“Oleh karena itu, mulai hari Senin ini seluruh siswa diwajibkan membawa tumbler dari rumah. Kebijakan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan upaya mengurangi sampah plastik. Bagi yang tidak membawa tumbler akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan sekolah,” tegasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik sekaligus membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Panca Cinta di Perguruan Muhammadiyah Menongo.






0 Tanggapan
Empty Comments