Dua mobil ambulans Lazismu dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo turut dikerahkan dalam proses evakuasi jenazah santri korban runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Sejak peristiwa tragis itu terjadi, kedua ambulans Lazismu telah bersiaga di lokasi untuk membantu mengevakuasi para korban. Senin (6/10/2025), salah satu ambulans yang dikemudikan Saad Nasir dari Kantor Layanan Lazismu (KLL) Tanggulangin Sidoarjo tiba di Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya.
Ambulans tersebut membawa satu jenazah yang belum teridentifikasi untuk diserahkan kepada Tim DVI Polri. Jenazah kemudian dibawa ke ruang proses identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.
“Kami ditugaskan untuk membawa jenazah dari lokasi kejadian ke RS Bhayangkara. Setelah itu, kami kembali ke lokasi untuk membantu proses evakuasi berikutnya,” ujar Saad Nasir di RS Bhayangkara Surabaya.
Saad mengaku bersyukur dapat terlibat dalam proses kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap para korban dan keluarganya.
Hingga saat ini, jumlah jenazah yang telah tiba di RS Bhayangkara Surabaya tercatat sebanyak 53 kantong jenazah dan 5 kantong berisi potongan tubuh korban. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments