Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kepemimpinan Menentukan Kualitas Pendidikan, Guru dan Kepala Sekolah Tak Boleh Tidak Sejalan

Iklan Landscape Smamda
Kepemimpinan  Menentukan Kualitas Pendidikan, Guru dan Kepala Sekolah Tak Boleh Tidak Sejalan
pwmu.co -
Khoirul Anam di SDMM (Fafa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Riset mengatakan, kualitas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari dari mindset cara pengelola dan pendidiknya. Senior Teacher Continuing Professional Development (CPD) Advicer untuk Kemendikbud dan Kemenag, di bawah Kementerian Luar Negeri Australia Khoirul Anam SPd MPsi menyampaikan hal tersebut dalam pembinaan guru bertajuk “Strengthening Teacher’s Personality to Improve Learning Quality in 4.0 Era”, Jumat (31/5/19).

Digelar di aula lantai 4 SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, pembinaan ini diikuti 91 orang dari lima lembaga pendidikan di Kecamatan Manyar, yaitu Play Group Tunas Aisyiyah Perumahan Pongangan Indah (PPI), TK Aisyiyah 36 PPI, SDMM, MI Muhammadiyah 1 Gumeno, dan MI Muhammadiyah 2 Karangrejo.

Ia menuturkan, anak-anak itu pandanglah dalam 20-30 tahun lagi, mereka akan seperti kita, yang akan menggantikan kita. “Nah kalau sekarang lihat mereka lelat-lelet, disuruh belajar emoh (enggan), disuruh ngaji emoh, trus bagaimana?” ujar Anam menyadarkan.

Menurutnya, di sinilah seharusnya kerisauan guru yang besar itu. “Jadi jangan lagi mengandalkan ini kelasku, ini kelasmu. Semua anak-anak kita,” tuturnya.

Pria kelahiran Sidoarjo, 15 Maret 1972 itu menambahkan, faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas pendidikan adalah manajemen atau leadership. Riset terbaru, lanjutnya, kepemimpinan sekolah menentukan kualitas dari sekolah dan kualitas belajar di kelas. “Jadi guru dan kepala sekolah tidak boleh tidak sevisi. Tidak boleh tidak sejalan. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Konsultan internasional yang saat ini sedang menyelesaikan studi doktornya di Universitas Negeri Jakarta itu mengatakan, apa pun situasinya, jika sudah di sekolah—meskipun sedang mempunyai masalah pribadi misalnya—itu sudah harus sevisi dengan apa yang menjadi visi sekolah. “Walaupun misalnya guru pernah sakit hati ke kepala sekolah. Kepala sekolah pernah jengkel ke gurunya karena gak nurut, misalnya. Kalau sudah di depan murid ya kudu (harus) satu suara,” jelas ayah tiga anak tersebut.

Pria yang kini tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan, itu mengingatkan peserta dengan karakter Cikgu Besar dalam film Upin Upin yang ditakuti siswanya ketika masuk kelas. “Ini tidak boleh terjadi seharusnya,” ujarnya. Artinya, kata Anam, kalau suatu saat gurunya tidak masuk, kepala sekolah masuk, ia harus sevisi dengan apa yang sudah dilakukan gurunya.

Sebaliknya, Anam berharap guru juga harus menjunjung visi besar kepala sekolahnya. “Ini kalau mau sekolahnya bagus. Kalau mau kualitas pembelajarannya juga bagus,” pesannya. (Vita)

https://pwmu.co/98540/06/03/empat-kompetensi-yang-harus-dipunyai-guru-termasuk-aktif-berkontribusi-di-lingkungan-sosial/
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu