Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kepergian Bagus Suprayitno: Guru, Aktivis, dan Teladan Kader Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Kepergian Bagus Suprayitno: Guru, Aktivis, dan Teladan Kader Muhammadiyah
Bagus Suprayitno. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pagi buta, pukul 05.34 WIB, Rabu (17/9/2025), grup WhatsApp keluarga besar Al Mizan mendadak riuh. Pesan singkat dari Kepala MAM 9 Al Mizan Lamongan, Anton Wahyudin, mengejutkan banyak orang.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia Bapak Bagus S, Guru PKN sekaligus wali kelas di MAM 9 Al-Mizan pada pagi ini. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan beliau dan semoga husnul khatimah. Allahumma aamiin.”

Kabar duka itu segera menyebar. Bagus Suprayitno, S.Pd., guru PKN sekaligus wali kelas XI IPA 1 MAM 9 Al Mizan, berpulang setelah enam hari dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Almarhum meninggal akibat sakit jantung yang ia derita.

Aktivis Tulen yang Membesarkan HW dan Kokam

Di luar perannya sebagai pendidik, Bagus Suprayitno dikenal luas sebagai aktivis tulen Muhammadiyah. Fathurrahim Syuhadi, Wakil Ketua PDM Lamongan, memberi kesaksian:

“Beliau pernah mengajar di SMAM 1 Babat. Aktif di kepanduan HW dan Kokam Pemuda Muhammadiyah. Ramanda Bagus adalah sosok disiplin, tegas, dan penuh inovasi dalam kepemimpinan. Beliau ketua pertama di Dewan Sughli Daerah Kwarda Lamongan dan figur teladan di Kokam Pemuda Muhammadiyah Daerah Lamongan.”

Kader-kader HW dan Kokam mengenal Bagus sebagai pribadi yang akrab, tidak berjarak, serta mampu merangkul generasi muda dengan keteladanan.

Guru yang Dekat dengan Siswa dan Rekan

Sebagai pendidik, almarhum dikenang sebagai sosok yang kalem dan penuh kedekatan dengan murid maupun sesama guru. Kepala MAM 9 Al Mizan Lamongan, Anton Wahyudin, menyampaikan kesan mendalamnya:

“Yang paling berkesan bagi saya, Pak Bagus selalu hadir mengikuti apel Senin pagi bersama siswa putra. Beliau konsisten menanamkan disiplin sekaligus menjadi teladan nyata.”

Anton menambahkan, sebelum aktif di MAM 9, ia sudah lama mengenal Bagus saat sama-sama aktif di IPM. “Beliau memang lebih fokus mengabdi di HW dan Kokam,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sejak hampir tiga tahun lalu mengajar di MAM 9 Al Mizan, Bagus setia membimbing anak-anak di kelas. Dua tahun terakhir ia dipercaya sebagai wali kelas, hingga akhirnya mendampingi XI IPA 1 di tahun pelajaran ini.

Sabtu lalu, Anton sempat menghubungi almarhum menanyakan kabar kesehatannya. “Dijawab sudah lumayan membaik,” kenangnya. “Semoga semua kebaikan yang beliau tanamkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.”

Sahabat Perjuangan yang Rendah Hati

Kesaksian juga datang dari sahabatnya, Nur Ali Zulfikar.

“Saya mengenal Mas Bagus sejak 18 tahun lalu saat bersama di PC IPM Sukodadi. Kemudian sama-sama di Pemuda Muhammadiyah dan Resimen Mahasiswa, Mas Bagus di Unisla, saya di Unisda. Beliau sosok yang penuh semangat berorganisasi, berdakwah, dan humble kepada siapa pun.”

Ali menutup kesaksiannya dengan doa: “Semoga Mas Bagus husnul khatimah, diterima segala amal, dan diampuni segala dosa. Amin.”

Kepergian Bagus Suprayitno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, murid, dan kader Muhammadiyah. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan warisan teladan: keikhlasan mengajar, semangat berorganisasi, disiplin, dan kerendahan hati.

Semoga Allah Swt menerima segala amal ibadahnya, mengampuni dosanya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu