Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Indonesia (UI) pada Senin (13/4/2026) di Depok, Jawa Barat. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat sipil dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Penandatangan dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dan Rektor UI Prof. Heri Hermansyah. Nota Kesepahaman ini berisi tentang kerja sama antara Muhammadiyah dan UI di bidang pendidikan.
“Kami tentu juga ingin MoU ini tidak sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi tindak lanjut secara konkrit,” harap Haedar Nashir.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan UI ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta pada Februari lalu. Haedar menyebut UI dengan Muhammadiyah memiliki semangat sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Haedar memandang, sayap akademik atau intelektual dengan masyarakat sipil perlu dimaksimalkan untuk mengawal arah bangsa ini ke depan. Terlebih tantangan semakin kompleks.
Dalam kesempatan ini Haedar Nashir juga didapuk untuk memberikan Kuliah Umum. Dalam paparannya Haedar menyinggung tentang peran intelektual akademik, dan peran masyarakat sipil.
Sementara itu, Heri Hermansyah menyebut kerja sama ini bukan sekadar penguatan hubungan antar lembaga, melainkan dua kekuatan penting bangsa antara dunia akademik dan organisasi masyarakat sipil.
“Pertemuan ini mencerminkan niat baik antara Universitas Indonesia dengan Muhammadiyah, bersama-sama menjalankan prinsip berlomba-lomba dalam kebaikan,” katanya.
Dia memandang, kerja sama ini merupakan upaya saling melengkapi antara akademisi dengan masyarakat sipil; akademisi membawa kedalaman ilmu dan ketajaman analisis, dan masyarakat sipil membawa kepekaan sosial dan energi perubahan.
Diharapkan Penandatangan Nota Kesepahaman Bersama akan menguatkan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi – UI dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah yang membawa kebaikan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Nota Kesepahaman ini berisi antara lain, program studi lanjut bagi peserta didik untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi secara terstruktur, serta program fast track mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan studi lebih efisien.
Selain itu, dalam Nota Kesepahaman ini juga akan ada program pelatihan dan pendidikan untuk mencetak manusia unggul, yang tidak hanya berkompetisi akademik, tapi berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments