Kuliah tamu internasional bekerja sama dengan AYG Malaysia di ruang rapat My Dormy UMM. Foto: Istimewa
pwmu.co -
Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pembelajaran berwawasan global.
Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional bekerja sama dengan NGO asal Malaysia, Adab Youth Garage (AYG), pada Kamis (29/1/2026) di ruang rapat My Dormy UMM.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis prodi dalam memperkuat internasionalisasi pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa di bidang pekerjaan sosial berbasis komunitas lintas negara.
Dalam kuliah tamu tersebut, perwakilan Adab Youth Garage hadir untuk berbagi pengalaman praktik sosial di Malaysia, khususnya dalam pengembangan komunitas urban.
AYG dikenal sebagai organisasi non-pemerintah yang fokus pada pemberdayaan anak dan remaja serta pembangunan kapasitas pemuda.
Melalui berbagai program komunitas, AYG menyediakan ruang kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang secara sosial, moral, dan akademik.
Pendekatan yang mereka lakukan berbasis komunitas, dengan menekankan partisipasi aktif masyarakat dan penguatan kapasitas generasi muda.
Bagi mahasiswa Kesejahteraan Sosial UMM, paparan tersebut menjadi referensi penting untuk memahami dinamika kesejahteraan sosial dalam konteks global, sekaligus membandingkan praktik kerja sosial di Indonesia dan Malaysia.
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM, Hutri Agustino, menyampaikan bahwa kuliah tamu ini bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri.
Kerja sama antara Prodi Kesejahteraan Sosial UMM dan Adab Youth Garage telah terjalin selama tiga tahun terakhir.
“Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif profesional dan kompetensi sosialnya. Ini juga menjadi motivasi bagi civitas akademika untuk terus membangun jejaring global dalam bidang kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Mahasiswa UMM memberi paparan dalam kuliah tamu internasional. Foto: Istimewa
Selama tiga tahun tersebut, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari sharing session tematik, kolaborasi dalam pelaksanaan program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Pemberdayaan Masyarakat, hingga penempatan mahasiswa dalam program praktikum.
Selain dengan AYG, Prodi Kesejahteraan Sosial UMM juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra internasional lainnya, termasuk Universiti Kebangsaan Malaysia dan berbagai lembaga sosial di kawasan Asia Tenggara.
Hutri menambahkan, materi yang disampaikan AYG sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain memperluas wawasan internasional, kuliah tamu ini juga memperkuat keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Apalagi, sejak tahun lalu Prodi Kesejahteraan Sosial UMM telah meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) yang berbasis di Jerman,” ungkapnya.
Pencapaian tersebu, timpal dia,, semakin mendorong prodi untuk menghadirkan pembelajaran yang berstandar global.
“Internasionalisasi bukan sekadar pemenuhan indikator kinerja, tetapi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan dan daya saing lulusan,” tegas Hutri.
Ditambahkan Hatri, Komitmen internasionalisasi Prodi Kesejahteraan Sosial UMM diwujudkan melalui pendekatan yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Berbagai kegiatan akademik internasional rutin diselenggarakan, seperti kuliah tamu internasional, international webinar, hingga joint academic activities dengan mitra luar negeri.
“Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif global, memperkaya pemahaman terhadap isu kesejahteraan sosial, serta membandingkan praktik kerja sosial dalam berbagai konteks budaya dan kebijakan,” jelasnya.
Dalam aspek kurikulum, katanya, internasionalisasi juga diintegrasikan melalui pengayaan materi berbasis isu global, penggunaan referensi internasional, serta penguatan kompetensi multikultural dan etika kerja sosial internasional.
Tujuannya untuk menyiapkan lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu bekerja secara profesional di lingkungan multikultural.
“Selain itu, kerja sama kelembagaan dengan universitas dan organisasi sosial internasional diarahkan pada kegiatan yang aplikatif dan berdampak nyata, seperti kolaborasi riset, pengabdian masyarakat internasional, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia,” tutup Hutri. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments