Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketagihan Permainan Tradisional! MIM 08 Pelangwot Buktikan Belajar Seni Jadi Seru

Iklan Landscape Smamda
Ketagihan Permainan Tradisional! MIM 08 Pelangwot Buktikan Belajar Seni Jadi Seru
Senyum bahagia setelah belajar sambil bermain! Siswa kelas IV MIM 08 Pelangwot hari ini mempraktikkan permainan tradisional di pelajaran SBdP. (Zum'atun Kholifah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah derasnya arus teknologi digital, permainan tradisional perlahan mulai menghilang dari kehidupan anak-anak. Namun, suasana lain tampak di MI Muhammadiyah (MIM) 08 Pelangwot.

Siswa kelas IV justru terlihat riang gembira saat mengikuti pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) bertema Seni Tari–Permainan Tradisional, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran berbasis praktik dan kontekstual, di mana siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung nilai budaya melalui permainan rakyat di lingkungan sekolah.

Guru Mapel SBdP sekaligus guru Matematika kelas IV itu, menuturkan bahwa belajar dengan praktik akan membantu siswa memahami dan mengingat konsep lebih lama.

“Belajar yang dialami sendiri akan lebih membekas di ingatan anak-anak dibandingkan hanya mendengar penjelasan di kelas,” ujarnya.

Sebelum praktik dimulai, siswa terlebih dahulu dikenalkan pada materi permainan tradisional di kelas. Wajah-wajah ceria muncul ketika mereka mulai membaca pikiran gurunya bahwa akan ada sebuah permainan di dalam pembelajaran tersebut.

Halaman madrasah yang didominasi warna biru kemudian disulap menjadi arena belajar penuh keceriaan.

Satu per satu permainan dimainkan. Cublak-Cublak Suweng, Lompat Tali Karet, hingga Engklek. Suasana berubah ramai, penuh semangat dan tawa. Tak ada yang sibuk dengan gawai, semua larut dalam interaksi dan kerja sama.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui kegiatan ini, guru ingin menanamkan pesan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan media pembelajaran karakter yang melatih sportivitas, tanggung jawab, dan kebersamaan.

Menjelang akhir, siswa melakukan refleksi bersama untuk menyimpulkan nilai-nilai yang mereka temukan selama kegiatan. Salah satu siswa dengan polos berkomentar,

“Jangan diakhiri, Bu. Ditambah saja jam SBdPnya!,” ujar Earlita salah satu siswa kelas IV yang ikut andil dalam permainan.

“Minggu depan, ganti main Egrang, Gobak sodor dan yang lainnya ya bu, Please!” sikap manja setengah merayu ditambahnya.

Pembelajaran berbasis praktik seperti ini terbukti lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan nilai-nilai budaya dan karakter dalam konteks nyata kehidupan mereka.

Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa belajar bisa menyenangkan tanpa meninggalkan nilai edukatif, dan praktik nyata mampu menanamkan pelajaran yang akan diingat lebih lama.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu