
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra Hj Siti Dalilah Candrawati, dalam Peringatan Miald Aisyiyah ke-108, Ahad (25/05/2025). (Istimewa/PWMU.CO).
PWMU.CO – SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) sukses menjadi tuan rumah peringatan Milad Aisyiyah ke-108. Acara yang terlaksana di Ballroom Ed Hotel SMK Models pada Ahad (25/05/2025) ini terhadiri oleh 1.119 peserta dari berbagai cabang Aisyiyah se-Banyuwangi.
Turut hadir pula Wakil Bupati Banyuwangi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Forpimka Siliragung, serta para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah dan cabang.
Acara yang bertajuk “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional,” semakin kentara dengan pengajian oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra Hj Siti Dalilah Candrawati.
Urgensi Ketahanan Pangan dan Perempuan
Dalam pengajiannya, Candra menegaskan bahwa Aisyiyah sejak awal berdiri telah mengambil peran penting dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional sejatinya bermula dari ketahanan keluarga. Di mana peran ibu sebagai madrasah pertama menjadi pondasi utama.
“Perempuan adalah penggerak utama dalam keluarga. Sejak dari dalam kandungan, ibu sudah menjadi pendidik. Maka ketika ketahanan pangan menjadi isu global, perempuan tidak bisa hanya jadi penonton” tegasnya.
Lebih lanjut, Candra juga menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan berbasis desa dengan menguatkan komunitas Qaryah Thayyibah, masyarakat yang religius, produktif, dan mandiri.
“Kalau keluarga-keluarga sakinah berkumpul, akan terbentuk masyarakat Qaryah Thayyibah. Dan dari desa itulah ketahanan nasional dibangun” ujarnya.
Dalam ceramahnya, Bu Candra mengingatkan kembali pesan Al-Qur’an agar umat Islam tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Ia juga menyoroti tantangan modern seperti stunting, kemiskinan, dan perubahan iklim yang harus dihadapi dengan sinergi antara perempuan, pendidikan, dan kebijakan desa.
“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Harus bersinergi dengan Muhammadiyah, pemerintah, dan semua unsur masyarakat agar program-program Aisyiyah seperti Majelis Lingkungan Hidup, pendidikan, hingga ekonomi bisa berdampak nyata” tambahnya.
Melalui pengajian ini, para peserta diingatkan bahwa dakwah Aisyiyah adalah dakwah yang membumi, dimulai dari keluarga, diperkuat di desa, dan berkontribusi pada bangsa.
Milad Aisyiyah ke-108 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan umat. Selamat Milad Aisyiyah ke-108.
Penulis Cici Arista, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments