Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketangguhan Perempuan dalam Dunia UMKM

Iklan Landscape Smamda
Ketangguhan Perempuan dalam Dunia UMKM
pwmu.co -
Arumi Bachsin saat memberikan materi pada resepsi Milad Nasyiatul Aisyiyah di Lamongan. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hj Arumi Bachsin SE memberikan materi dengan tema “Perempuan Muda Tangguh, Mandiri dan Berdaya” dalam acara talk show pada puncak Resepsi Milad ke-96 Nasyi’atul Aisyiyah yang digelar oleh PDNA Lamongan, berkolaborasi dengan PWNA Jawa Timur, di GOR Lamongan, Sabtu (6/7/2024).

Dalam paparannya, Arumi Bachsin mengapresiasi ketangguhan pelaku UMKM di Jawa Timur, terutama selama masa pandemi.

Ia menyatakan bahwa pandemi menjadi ujian besar bagi UMKM, namun banyak yang mampu bertahan dan bahkan berkembang.

“Resiliensi atau ketangguhan UMKM dalam menghadapi pandemi sangat luar biasa,” ujar perempuan kelahiran 19 Februari 1994 ini.

Mereka yang beradaptasi dengan cepat, terutama dalam hal pembelajaran online dan penyesuaian dengan batasan-batasan pandemi, mampu bertahan.

Menurut istri dari Emil Dardak ini, Pandemi juga memicu munculnya banyak UMKM baru, terutama dari mereka yang terdampak PHK.

Arumi juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat selama pandemi.

“Dengan adanya pandemi, perilaku orang berubah. Bahkan, orang tua kini banyak yang mulai kecanduan gadget, sehingga peluang bisnis pun ikut berubah,” tambahnya.

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin terlibat dalam berbagai pembinaan untuk UMKM.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia memberikan pelatihan teknis produksi, pembukuan finansial, pemasaran, dan pengemasan. Selain itu, ia juga memfasilitasi kerjasama dengan BPOM untuk membantu pelaku usaha makanan memperoleh izin lebih mudah.

Perempuan yang pernah menjadi pemeran film Indonesia ini juga menekankan pentingnya kemandirian perempuan secara finansial dan berpikir.

“Kemandirian ini adalah benteng bagi perempuan untuk menghindari masalah sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga dan perkawinan anak. Namun, kemandirian bukan untuk menyaingi laki-laki, melainkan untuk menguatkan posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi dan dukungan keluarga tetap penting, dan kemandirian perempuan seharusnya dilihat sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“Rugi kalau tidak memanfaatkan penghasilan suami meskipun kita memiliki penghasilan lebih banyak,” tutup perempuan lulusan S1 IAIN Tulungagung ini. (*)

Penulis/Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu