Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketangguhan Pribadi Bekal Hadapi Bencana

Iklan Landscape Smamda
Ketangguhan Pribadi Bekal Hadapi Bencana
pwmu.co -
Ketangguhan pribadi jadi bekal menghadapi bencana disampaikan Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MPLHB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Rofi’i ST MT, Kamis (19/8/21).
Rofi’i saat menyampaikan materi dalam kegiatan webinar PLPK Smamio (Tangkapan layar Ririn Masfaridah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketangguhan pribadi jadi bekal menghadapi bencana disampaikan Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Rofi’i ST MT, Kamis (19/8/21).

Dalam webinar Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik yang digelar secara virtual ini Rofi’i mengatakan pentingnya self healing dalam menghadapi bencana. Self healing di sini bisa diartikan membangun ketangguhan pribadi.

“Diharapkan setiap orang mampu menjadikan dirinya sendiri sebagai prioritas utama untuk menjadi tangguh dan kuat dalam menghadapi bencana,” ujarnya kepada 400 peserta yang tediri dari guru dan karyawan Muhammadiyah Gresik Kota Baru Schools (Mugeb Schools) serta guru dari sekolah mitra.

Bangun Ketangguhan Pribadi

Dalam materi yang mengangkat teme Be Thoughtful by Self Healing, Rofi’i menjelaskan self healing ini dibutuhkan dalam menghadapi bencana atau luka batin.

“Hal ini berdampak positif terutama pada diri sendiri karena berdasarkan beberapa survai membuktikan persentase ketangguhan pribadi menunjukkan prioritas yang besar dalam menghadapi bencana,” katanya.

Faktor Pendukung Diri

Rofi’i mengatakan ada beberapa faktor lain yang mendukung keberhasilan dalam menghadapi bencana. Di antaranya adalah keluarga, tetangga atau teman, dan relawan.

“Ketiga faktor itu persentasenya lebih kecil daripada self healing atau ketangguhan pribadi,” tuturnya.

Untuk persentase diri sendiri, lanjutnya, dalam menghadapi bencana bisa mencapai 30%-35% sedangkan keluarga mencapai 30%, tetangga atau teman mencapai 28%, dan porsi relawan mendapati persentase terkecil yaitu 1-2%.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Bentuk Pikiran Positif

Rofi’i mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan diri menjadi tangguh dan kuat. Di antaranya memahami diri sendiri, membentuk pikiran yang positif, dan menambah wawasan.

“Apabila tiga hal itu diterapkan dengan baik, maka bukan hal sulit bagi kita semua dalam membangun ketangguhan pribadi untuk menjadi bekal dalam menghadapi bencana,” tegasnya.

Apresiasi pada Panitia

Sebelum menyampaikan materi, Rofi’i mengucapan terima kasih kepada PLPK Smamio karena telah menyelenggarakan acara secara virtu yang sangat bagus di tengah pandemi.

“Alhamdulillah atas kesempatan yang sudah diberikan dengan mengisi materi pada acara yang sangat bagus ini,” katanya.

Semoga, harapnya, ke depan akan banyak muncul kader relawan baru dari acara ini untuk pendampingan psikososial, terutama di wilayah Gresik. (*)

Penulis Ririn Masfaridah. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

https://pwmu.co/204606/08/17/pesan-bupati-di-upacara-virtual-mugeb-school/
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu