Islam mengajarkan kepada umatnya agar memiliki kepedulian terhadap orang lain. Ajaran tentang kepedulian ini dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak hal yang seharusnya menjadi perhatian kita, tidak cukup hanya dengan mendengar dan melihat saja, tetapi juga harus disertai dengan tindakan untuk menolongnya.
Dalam suatu hadis disebutkan, “Barangsiapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di antara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan meringankan kesusahannya di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Hadis di atas menunjukkan adanya anjuran bagi seorang mukmin untuk peduli kepada mukmin lainnya dengan cara meringankan kesusahan dan memudahkan orang yang sedang kesulitan. Kedua hal tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus motivasi untuk terus peduli kepada sesama.
Ada dua hal utama yang dapat dilakukan sebagai contoh bentuk kepedulian.
Pertama: Peduli kepada kedua orang tua.
Ketika orang tua masih sehat, seorang anak harus menjalin hubungan yang baik agar sejak awal terbiasa bersikap hormat dan penuh kasih. Dengan begitu, ketika orang tua telah lanjut usia, kebaikan kepada mereka tetap dilakukan, termasuk berbicara dengan penuh kelembutan.
Hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya, Al-Isra ayat 23.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
Kedua: Kepedulian terhadap fakir miskin dan anak yatim.
Fakir miskin dan anak yatim perlu mendapat perhatian. KH. Ahmad Dahlan terkenal dalam mengajarkan surat Al-Ma’un kepada para muridnya secara berulang-ulang, bukan sekadar agar mereka hafal dan paham, tetapi juga agar mereka mempraktikkan maknanya dalam kehidupan.
Dalam surat Al-Ma’un terdapat pesan bahwa orang yang mendustakan agama adalah mereka yang tidak peduli terhadap fakir miskin dan anak yatim, termasuk orang yang lalai dalam salat dan beramal hanya untuk mendapatkan pujian.
Kepedulian yang telah mendarah daging dalam diri seseorang tidak lepas dari ketukan hati ajaran Islam, baik berdasarkan Al-Qur’an maupun hadis.
Kepedulian tersebut mencerminkan betapa besar perhatian Islam terhadap kaum yang lemah serta anjuran untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, sebagaimana firman Allah dalam Al-Maidah: 2. Ayat ini juga mengingatkan agar umat Islam tidak lalai terhadap kegiatan sosial.





0 Tanggapan
Empty Comments