Dalam kehidupan modern hari ini, banyak orang sangat berhati-hati menjaga jabatan, citra, dan reputasi di tempat kerja.
Kita takut dimarahi atasan, takut kehilangan posisi, takut dinilai buruk oleh publik. Namun ironisnya, kehati-hatian itu sering tidak kita bawa pulang ke rumah.
Ada yang begitu santun di kantor, tetapi mudah marah kepada pasangan. Ada yang begitu disiplin menjalankan tugas negara, tetapi lalai terhadap amanah keluarga.
Padahal di hadapan Allah SWT, keluarga dan jabatan sama-sama amanah. Keduanya akan dipertanyakan, tanpa pengecualian.
1. Setiap Kita Adalah Pemimpin dan Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Dalil Hadis
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Makna:
Rasulullah saw dengan tegas menutup semua celah alasan. Tidak ada manusia yang bebas dari tanggung jawab. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya. Pejabat, pimpinan, atau karyawan adalah pemimpin atas amanah pekerjaannya
Artinya, kepemimpinan tidak selalu tentang jabatan tinggi, tapi tentang tanggung jawab yang melekat pada peran kita. Dan setiap peran itu akan dimintai hisab.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa kepemimpinan sekecil apa pun, bila disia-siakan, dapat menjadi sebab penyesalan panjang di akhirat.
2. Jabatan Bukan Kehormatan, tetapi Beban
Dalil Hadis
إِنَّهَا أَمَانَةٌ، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ
“Sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, dan pada hari kiamat ia menjadi kehinaan dan penyesalan.” (HR. Muslim)
Makna Penting:
Jabatan bukan sekadar simbol kehormatan. Jabatan adalah beban tanggung jawab. Jika disalahgunakan akan menemui penyesalan. Jika dijalankan dengan amanah akan mendapatkan kemuliaan.
Umar bin Khattab ra pernah berkata, “Seandainya seekor keledai tersandung di Irak, aku takut Allah akan bertanya mengapa aku tidak meratakan jalan untuknya.”
Begitu beratnya amanah kepemimpinan di mata para sahabat.
3. Rumah Tangga Juga Amanah yang Akan Ditanya
Dalil Al-Qur’an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Pesan Ayat Ini:
Allah SWT tidak hanya bertanya tentang target kerja, prestasi jabatan, laporan kinerja,
Tetapi juga bertanya, apakah keluarga dijaga dari dosa? Apakah pasangan diperlakukan dengan adil dan penuh kasih? Apakah anak-anak dibimbing dalam iman dan akhlak? Apakah rumah menjadi tempat taat atau justru sarang maksiat?
Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai perintah mendidik keluarga dengan ilmu dan keteladanan, bukan sekadar memberi nafkah materi.
4. Ilustrasi Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Suami Sibuk Jabatan
Ada suami yang sangat disiplin di kantor, tepat waktu rapat, ramah kepada atasan dan kolega.
Namun di rumahmudah membentak istri, jarang berbincang dengan anak, Menganggap rumah hanya tempat istirahat, bukan ladang pahala.
Ingatlah, jabatan tidak akan menutupi dosa dalam rumah tangga. Di hadapan Allah, air mata pasangan yang tersakiti bisa menjadi saksi yang memberatkan.
2. Istri Amanah tetapi Terlena Status
Ada istri yang aktif organisasi, terhormat secara sosial dan sibuk dengan agenda luar. Namun lalai mendampingi anak, kurang menghadirkan ketenangan di rumah, dan menganggap urusan domestik sebagai beban rendah.
Padahal Rasulullah saw bersabda bahwa istri adalah penjaga rumah suaminya, dan penjagaan itu adalah ladang pahala besar bila dijalani dengan ikhlas.
3. Pasangan Sama-sama Bekerja
Suami dan istri sama-sama bekerja adalah realitas zaman. Jika saling menguatkan akan bernilai ibadah. Jika saling memahami akan berbuah sakinah. Jika saling menuntut tanpa empati akan berubah menjadi dosa.
Amanah tidak saling meniadakan, tetapi saling melengkapi. Pertanyaan di akhirat bukan tentang jabatan, tetapi amanah.
Saudaraku seiman yang dimuliakan Allah, di akhirat kelak, Allah tidak bertanya:
“Apa jabatanmu?”
“Seberapa tinggi pangkatmu?”
Tetapi Allah bertanya:
“Amanahmu kau jaga atau kau khianati?”
Rumah tangga adalah amanah. Jabatan adalah amanah. Dan semuanya akan dipertanyakan.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْأُمَنَاءِ فِي بُيُوتِنَا وَأَعْمَالِنَا
“Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang amanah dalam rumah tangga dan dalam pekerjaan kami.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments