Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika Pembicara Ajak Peserta Serasehan Beres-Beres Kursi Praktikkan Materi Manajemen Organisasi

Iklan Landscape Smamda
Ketika Pembicara Ajak Peserta Serasehan Beres-Beres Kursi Praktikkan Materi Manajemen Organisasi
pwmu.co -
Nadjib Hamid saat menyampaikan materi manajemen organisasi. (Isna/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ada yang unik dalam sarasehan yang diadakan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungkandang, Kota Malang, Ahad (11/11/18).

Acara yang digelar di Gelora Olah Raga (GOR) Ken Arok Kota Malang tersebut mendadak heboh karena ada yang harus ‘dibereskan’ terlebih dahulu sebelum forum dimulai.

Adalah Nadjib Hamid yang melakukan ‘pemberesan’ itu. Didapuk sebagai pembicara serasehan dengan materi “Manajemen Organisasi”, rupanya dia ingin mempraktikkan langsung pada acara itu.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu risih saat melihat banyak kursi peserta yang kosong. Dari ratusan undangan yang diharapkan hadir, ternyata hanya sekirar 100 orang yang datang. Sehingga, kursi yang terlanjur disiapkan pun kosong di beberapa tempat. Runyamnya, sebagian kursi yang kosong itu ada di deretan terdepan.

“Inilah penerapan prinsip pertama dalam berorganisasi, yaitu manajemen. Segala kegiatan organisasi tidak bisa lepas dari manajemen. Contohnya ya hari ini, sebelum mengadakan kegiatan, ukur dulu yang mau hadir, jangan semua kursi dipasang,” ungkap Nadjib.

Maka dia meminta agara posisi tempat duduk diatur kembali. “Sekarang, siapa yang mau membantu merapikan kursi-kursi yang masih kosong?,” tanya Nadjib disambut gerak cepat peserta sarasehan dengan merapikan kursi yang tak terpakai.

“Iti tadi adalah praktik nyata manajemen kegiatan. Ini penting, kalau kita duduk merapat, sama artinya kita membantu panitia dokumentasi, karena kalau kursi penuh, didokumentasikan juga bagus. Ini yang akan jadi bukti sejarah perjuangan ber-Muhammadiyah pada anak cucu kita kelak,” kata Nadjib memberikan alasan.

Menurut dia setelah manajemen, kunci kedua berorganisasi ialah kepemimpinan. Nadjib lalu mengapresiasi salah satu anggota DPRD Kota Malang Lookh Mahfudz yang hadir pada sarasehan tersebut karena ikut mengangkat dan merapikan kursi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Inilah yang disebut pemimpin, bisa menggerakkan anggotanya. Gak mudah lo, menyuruh anggota DPRD angkat kursi. Kalau di DPRD sana kursi jadi rebutan, di sini dibuang,” kelakar Nadjib yang membuat peserta gerr-gerran.

Menurut Nadjib, pemimpin harus mempunyai visi dan misi yang terukur. Selain itu, sambung calon anggota DPD RI Dapil Jatim nomor urut 41 itu, pemimpin harus memiliki dua semangat. “Harus ada semangat membangun dibarengi dengan semangat memakmurkan. Jangan sampai ada masjid direbut orang lain, lapornya ke pimpinan wilayah. Padahal, masjid itu kan lebih dekat dengan daerah bapak-ibu, la selama ini ke mana saja?” ujarnya memberi contoh.

Menjadi pemimpin, kata Nadjib, juga harus memiliki mental muhajirin yaitu orang yang berpindah dari kampung kelahiran. “Umumnya adalah orang-orang yang memiliki jiwa perubahan. Mengubah dari yang jelek menjadi lebih baik. Beda dengan mukimin, orang yang menetap. Orang yang menetap di satu tempat, tantangannya tidak banyak,” ungkapnya.

Dalam sarasehan tersebut, hadir pula Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PWM Jawa Timur Nugraha Hadi Kusuma MSi.

Dalam sambutannya, Nugraha banyak berkisah tentang suksesnya ranting-ranting di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Sejarah dan kisah sukses ini yang diharapkan mampu ditiru semangatnya oleh PCM Kedungkandang dalam meningkatkan ghirah dakwah di Kota Malang. (Isna)

Peserta sarasehan sedang merapikan kursi yang melebihi dari jumlah peserta. (Isna/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu