Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika Tobat Mengubah Masa Lalu dan Menyelamatkan Masa Depan

Iklan Landscape Smamda
Ketika Tobat Mengubah Masa Lalu dan Menyelamatkan Masa Depan
Foto: mymuslimin.com
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Kita sedang hidup di masa sekarang yang tidak pernah lepas dari dua waktu besar dalam kehidupan manusia, yaitu masa lalu dan masa depan.

Masa lalu adalah jejak perjalanan yang telah kita lalui, sementara masa depan adalah tujuan yang sedang kita tuju. Di antara keduanya, ada satu titik penting yang sering kita abaikan: hari ini, saat ini.

Jika kita menyia-nyiakan waktu sekarang, sejatinya kita sedang menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki hidup dan meraih kebahagiaan.

Sebaliknya, jika kita menjaga waktu sekarang dengan baik—seraya memperbaiki hubungan kita dengan masa lalu dan menata masa depan—maka insya Allah kita akan menjalani kehidupan dengan lebih tenang, lebih ringan, dan penuh kenikmatan.

Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, pernah menuliskan sebuah nasihat yang sangat mendalam:

“Masa lalu dapat diperbaiki dengan melakukan tobat, menyesal dan istighfar. Sedangkan masa depan dapat diperbaiki dengan mencegah diri dari dosa, meneguhkan hati, dan mengokohkan niat untuk meninggalkannya.” (Fawāidul Fawāid, hlm. 281)

Nasihat ini mengajarkan bahwa kehidupan tidak berhenti pada kesalahan yang pernah kita lakukan. Selama manusia masih hidup, selalu ada jalan untuk memperbaiki diri.

Memperbaiki Masa Lalu

Masa lalu memang tidak bisa diputar kembali. Namun, dampaknya masih bisa diperbaiki. Cara memperbaiki masa lalu adalah:

▪️ Tobat kepada Allah
▪️ Diiringi hati yang benar-benar menyesal
▪️ Memperbanyak istighfar

Tobat adalah pintu harapan bagi setiap manusia. Betapa banyak orang yang dahulu hidup dalam kelalaian, namun kemudian berubah menjadi pribadi yang lebih baik karena kesadaran untuk kembali kepada Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh sederhana. Ada seseorang yang dulu mungkin kurang memperhatikan salatnya, jarang membaca Al-Qur’an, atau mudah menyakiti orang lain dengan ucapan.

Namun suatu hari ia tersentuh oleh nasihat, pengalaman hidup, atau musibah yang menyadarkannya. Sejak saat itu ia mulai memperbaiki diri: lebih rajin beribadah, menjaga ucapan, dan berusaha berbuat baik kepada sesama.

Perubahan seperti itu adalah bentuk nyata dari memperbaiki masa lalu dengan taubat dan istighfar.

Menata Masa Depan

Sementara itu, masa depan dibangun dari keputusan yang kita ambil hari ini. Oleh karena itu, masa depan dapat diperbaiki dengan cara:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

▪️ Mencegah diri dari dosa
▪️ Meneguhkan hati dalam kebaikan
▪️ Mengokohkan niat meninggalkan maksiat

Banyak orang sebenarnya tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Namun tantangan terbesar adalah keteguhan hati.

Godaan sering datang dalam bentuk yang sangat halus: pergaulan yang kurang baik, kebiasaan menunda ibadah, atau kesibukan dunia yang membuat hati jauh dari Allah.

Misalnya dalam kehidupan kerja. Ada orang yang awalnya tergoda melakukan hal yang tidak jujur demi keuntungan cepat.

Namun ketika ia mengingat bahwa rezeki yang halal jauh lebih berkah, ia memilih menahan diri. Keputusan kecil seperti itu sesungguhnya sedang menata masa depan yang lebih baik.

Begitu juga dalam kehidupan keluarga. Seorang ayah yang berusaha pulang lebih awal agar bisa salat berjamaah bersama anak-anaknya, atau seorang ibu yang membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah, sebenarnya sedang menanamkan kebaikan yang akan berbuah di masa depan.

Hari Ini Menentukan Segalanya

Karena itu, kunci utama kehidupan adalah memanfaatkan hari ini sebaik-baiknya. Masa lalu kita perbaiki dengan taubat, sementara masa depan kita bangun dengan niat dan komitmen untuk terus berada di jalan yang benar.

Sebagaimana nasihat yang dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyyah: “Perbaiki masa lalumu dengan menjadi orang baik hari ini, maka Allah akan memperbaiki masa depanmu.”

Kalimat ini sederhana, namun sangat dalam maknanya. Allah tidak menilai manusia dari kesalahan masa lalunya semata, tetapi dari kesungguhannya untuk berubah dan memperbaiki diri.

Harapan di Bulan Ramadan

Semoga di bulan yang penuh berkah ini kita diberi kekuatan untuk memperbaiki diri. Kita perbanyak taubat dan istighfar atas kesalahan yang telah lalu, sekaligus menata niat untuk menjalani hari-hari mendatang dengan lebih baik.

Insya Allah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kemudahan dan kekuatan dalam bekerja, beribadah, dan menunaikan puasa Ramadan sebulan penuh dengan khusyuk dan tawadhu’.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡