Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Kwarda Gresik Ceritakan Sejarah Hizbul Wathan di SDMM

Iklan Landscape Smamda
Ketua Kwarda Gresik Ceritakan Sejarah Hizbul Wathan di SDMM
Mukromin Latif SPd Ketua Kwarda HW Gresik menyampaikan amanat upacara di halaman SD Muhammadiyah Manyar Gresik.(Achmad Nazaruddin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Senin pagi (8/9/2025) yang bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1447 H, semangat kepanduan dan patriotisme menggelora dalam upacara bendera memperingati Milad Hizbul Wathan (HW) ke-110 berdasarkan kalender hijriah.

Seluruh siswa dan ustaz-ustazah berkumpul di halaman SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur, mulai pukul 06.55.

Sebagai pembina acara kali ini adalah Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) HW Gresik, Mukromin Latif SPd. Sementara petugas upacara adalah para siswa kelas VI.

Upacara peringatan Milad HW ini tidak hanya sekadar rutinitas belaka, mengingat HW adalah organisasi kepanduan Muhammadiyah yang telah mengukir jejak panjang dalam pembentukan karakter anak bangsa.

Dalam amanatnya, pembina yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bungah ini lebih dulu menceritakan sejarah berdirinya HW. Ia menjelaskan bahwa HW didirikan pada tahun 1918 oleh KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, di Yogyakarta dengan nama awal Padvinder Muhammadiyah.

Nama Hizbul Wathan kemudian digunakan mulai tahun 1920 setelah mendapat usulan untuk menanamkan semangat cinta tanah air.

Organisasi ini awalnya didirikan dengan tujuan membina dan mendidik anak-anak serta pemuda agar memiliki akhlak mulia dan menjadi kader Persyarikatan, umat, dan bangsa.

“Hizbul Wathan bukan hanya tentang seragam, bernyanyi dan tepuk saja, melainkan tentang pembentukan pribadi yang disiplin, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ujarnya.

Mukromin Latif SPd Ketua Kwarda HW Gresik menyampaikan amanat upacara di halaman SD Muhammadiyah Manyar Gresik.(Achmad Nazaruddin/PWMU.CO)
Mukromin Latif SPd Ketua Kwarda HW Gresik menyampaikan amanat upacara di halaman SD Muhammadiyah Manyar Gresik.(Achmad Nazaruddin/PWMU.CO)

Ia juga mengajak seluruh siswa dari kelas I–VI untuk aktif dalam segala kegiatan yang berkaitan dengan HW serta meneladani semangat para pendahulu HW yang tak kenal lelah berjuang untuk kemajuan bangsa dan agama.

Mukromin Latif menambahkan, dalam pelaksanaannya susunan organisasi HW berdasarkan hierarki tertinggi adalah Kwartir Pusat. Lalu, disusul Kwartir Wilayah, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, dan paling bawah adalah Qabilah. Qabilah berada di tingkat ranting, AUM, asrama, permukiman, perkantoran, dan majelis taklim.

Penjelasan kemudian berlanjut dengan tingkatan dalam HW, yang terdiri atas Tunas Athfal (usia pra-SD), Athfal (usia SD), Pengenal (usia SMP), Penghela (usia SMA), dan Penuntun.

Ia juga menambahkan, dalam kegiatan HW panggilan untuk guru pendamping yaitu Ramanda bagi guru laki-laki dan Bunda bagi guru perempuan. Ada juga Rakanda dan Ayunda bagi guru yang masih belum menikah.

Secara terpisah, Kepala SDMM Athiq Amiliyah SPd berharap para siswa bisa lebih semangat belajar, mandiri, dan bekerja keras dalam menuntut ilmu. Dengan semangat kepanduan melalui HW, nilai-nilai tersebut tidak mustahil didapatkan oleh para siswa.

Peringatan Milad Hizbul Wathan di SDMM ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa seutuhnya sesuai dengan cita-cita luhur Muhammadiyah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu