Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua LBSO PDA Gresik Ajak 87 Penulis Tumbuhkan Semangat Menulis agar Sejarah Perjuangan Aisyiyah Tidak Hilang

Iklan Landscape Smamda
Ketua LBSO PDA Gresik Ajak 87 Penulis Tumbuhkan Semangat Menulis agar Sejarah Perjuangan Aisyiyah Tidak Hilang
Ketua LSBO PDA Kabupaten Gresik, Ayu Mira, S.T., S.Pd., saat memberikan sambutan dalam acara Pelatihan Menulis Dinamika Aisyiyah Gresik. Foto: Elisyah Susanty/PWMU.CO.
pwmu.co -

Banyak cerita inspiratif dari ibu-ibu Aisyiyah yang berjuang tanpa pamrih di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Sayangnya, belum banyak yang menuliskannya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan semangat menulis agar sejarah perjuangan tersebut tidak hilang ditelan waktu dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, Ayu Mira, S.T., S.Pd., di hadapan 87 peserta kegiatan Pelatihan Menulis Dinamika Aisyiyah yang digelar pada Sabtu (1/11/2025).

Pelatihan yang digelar oleh LBSO PDA Kabupaten Gresik ini dilaksanakan di aula SD Muhammadiyah 1 Manyar (SDMM) Gresik pada pukul 08.30 WIB.

Dalam sambutannya tersebut, Ayu Mira juga menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk menulis sejarah dan perjalanan gerakan Aisyiyah secara baik, benar, terstruktur, dan menarik.

Menurutnya, menulis sejarah bukan sekadar mencatat peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan para perempuan Aisyiyah.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal munculnya para penulis Aisyiyah yang konsisten mengabadikan perjuangan gerakan dakwah perempuan di masa mendatang.

“Tulisan adalah jejak sejarah. Dengan menulis, kita turut menjaga warisan perjuangan Aisyiyah agar terus menginspirasi generasi berikutnya,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., serta fasilitator dari kalangan jurnalis dan penulis Muhammadiyah yang berpengalaman dalam menulis sejarah gerakan perempuan, Ahmad Faizin Karimi.

Pada sesi pertama, peserta diajak memahami teknik dasar menulis sejarah serta pentingnya mendokumentasikan kegiatan organisasi. Lebih dari 50 instrumen telah disiapkan untuk diisi sesuai kondisi masing-masing lembaga.

Nantinya, instrumen tersebut akan menjadi sumber data yang memudahkan peserta dalam menulis secara runtut.

Sementara itu, pada sesi kedua, peserta diajak praktik menulis berdasarkan data dari instrumen masing-masing daerah dengan pendekatan naratif yang menarik.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menggali hal-hal unik yang layak diangkat dari Aisyiyah.

Para peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) serta sekolah KB–TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Gresik tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Antusiasme itu salah satunya terlihat dari guru KB ABA 45 Bambe, Endah Suryani, S.Pd.

“Kami jadi tahu cara menulis sejarah secara terstruktur dan bermakna. Ternyata banyak kisah perjuangan Aisyiyah, terutama di sekolah KB-TK ABA tingkat ranting yang belum pernah ditulis sebelumnya,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, LBSO PDA Gresik menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya literasi sebagai bagian penting dari gerakan Aisyiyah, menuju organisasi yang cerdas, progresif, dan berdaya saing. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu