Dakwah Komunitas

Arifin dengan tegas menjelaskan bahwa LDK akan siap terus mengawal program pengabdian Pondok Shabran UMS selama berdakwah di daerah-daerah terpencil.
“Para dai nanti diharap bisa menyesuaikan diri, bisa kerasan ditempat-tempat pengabdian, bisa mendirikan Ranting Muhammadiyah, mendirikan Masjid, LDK siap mengawal,” ujar Arifin kepada para dai pengabdian Pondok Shabran UMS.
Hal mendasar LDK hadir dan mengirimkan dai-dai ke seluruh Nusantara, karena Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya dengan keberagaman.
“Maka, butuh model dakwah komunitas yang dapat menyesuaikan sesuiai karakter masing-masing, disinilah Muhammadiyah hadir sebagai dakwah pencerahan,” jelasnya.
LDK Muhammadiyah akan terus konsisten berdakwah. LDK akan selalu terbuka untuk komunikasi 24 jam terhadap para dai yang tersebar di Indonesia.
“LDK terbuka komunikasi 24 jam, tidak perlu khawatir, nanti akan didampingi oleh LDK di provinsi masing-masing tempat bertugas,” tutupnya. (*)
Penulis Najihussalam Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments