Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua LSBO PWM Jatim: Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan 2025 Jadi Titik Awal Kebangkitan Seni Drumband

Iklan Landscape Smamda
Ketua LSBO PWM Jatim: Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan 2025 Jadi Titik Awal Kebangkitan Seni Drumband
Wigatiningsih (kerudung merah) foto bersama setelah membuka acara Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan bekerja sama dengan Komunitas Drumband Muhammadiyah Lamongan menggelar Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah.

Festival yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 13–14 Desember 2025, ini dipusatkan di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Sebanyak 32 kontingen drumband Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat TK hingga umum, ambil bagian. Selain itu, terdapat 15 peserta individu mayoret yang turut memeriahkan festival.

Pembukaan festival dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh Muhammadiyah, di antaranya Ketua LSBO PWM Jawa Timur Wigatiningsih, Ketua PDM Lamongan Drs. KH Shodikin, M.Pd, Wakil Ketua PDM Lamongan Fathurrahim Syuhadi, MM., M.Pd, Ketua LSBO PDM Lamongan Drs. Ady Sucipto Djaiz, M.Pd, serta jajaran Organisasi Otonom tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Wigatiningsih menyampaikan bahwa Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan digelar untuk menyukseskan rangkaian Milad Muhammadiyah sekaligus merealisasikan program LSBO PDM Lamongan.

“Kegiatan ini diikuti 32 kontingen dan 15 individu mayoret. Ini juga bagian dari memenuhi janji panitia yang pada Agustus lalu beraudiensi dengan saya, untuk menggerakkan kembali komunitas drumband Muhammadiyah di Jawa Timur, karena dulu drumband Muhammadiyah pernah berjaya luar biasa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam pembukaan festival menjadi titik awal kebangkitan seni drumband di lingkungan Muhammadiyah.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi embrio. Hari ini masih tingkat kabupaten, ke depan bisa meningkat menjadi festival drumband Muhammadiyah tingkat Jawa Timur,” harapnya.

UM SURABAYA

Iklan Landscape UM SURABAYA

Wigatiningsih juga mengapresiasi LSBO PDM Lamongan atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan meriah. Menurutnya, festival drumband harus memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan seni.

“Anak-anak tidak hanya menyatukan alat musik menjadi harmoni yang luar biasa, tetapi juga harus menghadirkan pesan dakwah. Ini adalah media dakwah kultural Muhammadiyah melalui seni drumband,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dakwah harus disampaikan secara luwes dan menggembirakan, salah satunya melalui komunitas drumband. Nilai-nilai drumband seperti disiplin, kekompakan, dan kolaborasi juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, organisasi, maupun di rumah.

“Kita bisa sukses jika dikerjakan bersama-sama dan dengan kolaborasi. Lamongan memang megilan dan luar biasa,” pungkasnya.

Festival Drumband Muhammadiyah Lamongan 2025 secara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah dan ditandai dengan pemukulan gong, yang dilakukan oleh Ketua LSBO PWM Jawa Timur didampingi Ketua PDM Lamongan, Ketua LSBO PDM Lamongan, serta Ketua Panitia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu