Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyuwangi: Jangan Jadi Kader Honoris!

Iklan Landscape Smamda
Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Banyuwangi: Jangan Jadi Kader Honoris!
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Banyuwangi, Sujanto MM membuka kegiatan Workshop Deep Learning (Fela/PWMU.CO)
pwmu.co -

PWMU.CO – “Jangan jadi kader honoris!” Demikian pesan tegas yang disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Sujanto MM, saat membuka kegiatan Workshop Deep Learning yang diselenggarakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Sujanto menyampaikan permohonan maaf karena acara dimulai lebih lambat dari jadwal. “Namun saya sangat mengapresiasi semangat bapak-ibu guru Muhammadiyah yang tetap hadir tepat waktu sesuai undangan,” ujarnya, Ahad (3/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa saat ini Majelis Dikdasmen dan PNF Banyuwangi mengelola 43 sekolah, dan akan segera menambah satu lagi, yakni Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Gambiran, karena izin operasionalnya sudah terbit. “Kami berharap bapak ibu menganggap Muhammadiyah sebagai rumah kedua. Jangan ragu, dan jangan punya pikiran lain-lain saat mengajar di sini,” pesannya.

Sujanto menyinggung tentang dua dari enam tipe kader Muhammadiyah. Pertama adalah kader honoris, yaitu mereka yang hanya mencari tempat bekerja dengan gaji pantas sambil menunggu seleksi PNS atau PPPK. “Pikirannya stagnan dan tidak berkembang, meski sudah lama berada di lingkungan Muhammadiyah. Jangan seperti itu,” tegasnya.

Ia kemudian mendorong agar para guru menjadi kader ideologis. “Jadilah kader yang istiqamah dan aktif membesarkan sekolah. Kalau sekolahnya besar, maka kesejahteraan akan mengikuti. Jangan jadi beban, tapi jadilah penggerak,” serunya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia juga berharap agar setelah workshop ini, para guru tidak lagi bergantung pada Lembar Kerja Siswa (LKS) atau buku dari pihak lain. “Sebisa mungkin, buat sendiri agar materi, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sesuai. Jangan sampai guru satu dan lainnya menyampaikan materi yang berbeda dan soal ujian pun tidak seragam. Produk-produk pembelajaran yang profesional harus ditangani langsung oleh FGM,” tegasnya.

Workshop Deep Learning ini diikuti oleh 250 guru Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan berlangsung di Ballroom Edhotel SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡