Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua MPKSDI PWM Jatim Tekankan Nilai Welas Asih untuk Dokter Muda FK UM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Ketua MPKSDI PWM Jatim Tekankan Nilai Welas Asih untuk Dokter Muda FK UM Surabaya
pwmu.co -
Mohammad Rokib PhD dalam pembukaan Baitul Arqom Dokter Muda - Camp Omah Tauhid 2025 (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
Mohammad Rokib PhD dalam pembukaan Baitul Arqom Dokter Muda – Camp Omah Tauhid 2025 (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Mohammad Rokib PhD menyampaikan pesan inspiratif saat membuka kegiatan Baitul Arqom Dokter Muda (Camp Omah Tauhid) 2025 yang diselenggarakan di Agro Mulia, Prigen, Selasa (10/06/2025).

Dalam sambutannya, Rokib menekankan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) memiliki keistimewaan tersendiri, yakni visi keislaman yang kuat dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Menurutnya, pendidikan kedokteran tidak hanya soal keilmuan medis, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan spiritualitas.

Ia mengangkat kisah inspiratif Dr Soetomo, pendiri Poliklinik Muhammadiyah di Surabaya pada tahun 1924, yang kini namanya diabadikan menjadi RSUD Dr. Soetomo.

“Perjalanan beliau mirip dengan adik-adik di sini. Kata kuncinya adalah welas asih, atau dalam bahasa Indonesia: kasih sayang,” ujarnya.

Rasa Welas Asih

Melalui kegiatan Baitul Arqom, Rokib berharap para peserta dapat memperkuat rasa welas asih dalam diri. Ia menjelaskan bahwa Camp Omah Tauhid bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pembentukan kepekaan sosial dan spiritual yang mendalam. Aktivitas seperti bangun dini hari untuk tahajud hingga diskusi ringan saat embun mulai turun, dinilainya sebagai cara efektif untuk menumbuhkan sensibilitas dan empati.

“Baitul Arqom ini akan melatih adik-adik untuk menjadi dokter yang bukan hanya ahli secara medis, tetapi juga membumi dan punya nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Bukan hanya jadi dokter biasa, tapi beyond, melampaui,” tegasnya.

Rokib juga mencontohkan sosok dr Nahdiyah, seorang dokter lulusan Indonesia yang kini berpraktik di Jerman. Ia menilai bahwa kiprah dr Nahdiyah di kancah internasional bukan hanya karena kompetensi, melainkan juga karena visi keilmuan yang mendalam.

“Beliau menempuh pendidikan spesialis di Jerman. Ini menunjukkan bahwa kedokteran bisa menjadi jalan untuk memperdalam keilmuan yang spesifik dan bermanfaat luas,” tambahnya.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar Baitul Arqom menjadi langkah awal bagi para dokter muda FK UM Surabaya untuk tidak hanya menjadi tenaga medis profesional, tetapi juga pribadi yang berkarakter, peduli, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. (*)

Penulis Rahma Ismayanti Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu