Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PCM Pakusari Meninggal saat Ikuti Musypim

Iklan Landscape Smamda
Ketua PCM Pakusari Meninggal saat Ikuti Musypim
pwmu.co -
Ketua PCM Pakusari Suparnoto, tengah, meninggal dunia usai mendapat hadiah uang dari PDM di Musypim. (Maghfur/PWMU.CO)
Ketua PCM Pakusari Suparnoto, tengah, meninggal dunia usai mendapat hadiah uang dari PDM di Musypim. (Maghfur/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua PCM Pakusari Suparnoto MPd meninggal dunia saat mengikuti Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, Ahad (9/2/2020).

Acara Musypim yang digelar di SD Muhammadiyah 1 Jember itu bikin peserta jadi heboh karena Suparnoto usai menerima apresiasi pengembangan PCM dari PDM, kemudian dia duduk di kursi langsung pingsan.

Segera dia dibawa oleh peserta Musypimda lainnya ke RSUD dr Soebandi. Dia mendapat pertolongan pacu jantung selama 30 menit tapi akhirnya tidak tertolong. Dia meninggal tadi siang di rumah sakit pukul 11.59.

Sebelumnya Ketua PCM Pakusari sempat maju untuk menyampaikan perkembangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakusari. Dia juga menerima uang apresiasi dari PDM Jember karena perjuangan untuk pengembangan cabang dan ranting.

Saat ini dia merupakan Kepala SD Negeri di Sempolan. Umurnya 60 tahun dan Juni 2020 akan pensiun.

Jenazah dimakamkan di pemakaman umum daerah Kertosari Pakusari dekat Pondok Pesantren Putri Muhammadiyah yang didirikan oleh almarhum.

Hadir dalam pemakaman tersebut Ketua PDM Jember Kusno MPdI didampingi Sekretaris Dr Hazmi DESS, dan Bendahara Ir Ali Maksum. Hadir juga puluhan pelayat dari cabang-cabang Muhammadiyah di kabupaten Jember.

Sakit Jantung

Menurut Mawaddah, putri almarhum, ayahnya sudah 7 tahun menderita sakit jantung. November 2019 sempat opname di rumah sakit.

Dikatakan, ayahnya sudah diberitahu untuk mengurangi semua kegiatan berdakwahnya sejak akhir November setelah rawat inap masalah jantung.

“Abi bahkan sudah saya kasih sopir agar tidak nyopir sendirian, tapi itu pun hanya bertahan sebulan,” ungkap pegiat Aisyiyah Pakusari ini.

Sakit jantung, menurut putrinya, tidak menyurutkan langkah ayahnya untuk berdakwah meskipun kegiatannya sebagai Ketua PCM Pakusari sudah berkurang.

Sementara menurut Sofyan penjaga SD Muhammadiyah 1 Jember, almarhum datang paling pagi bersama pimpinan PCM  Pakusari. “Memang sudah tampak lelah tapi semangatnya masih terlihat saat tadi bertemu,” ujarnya.

Suparnoto meninggalkan warisan berharga bagi Muhammadiyah Jember dan Pakusari berupa  Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari untuk putra dan putri serta panti asuhan.

Penulis Maghfur el Muhammady Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu