Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. H. M. Nurul Humaidi M.Ag, menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri merupakan gerakan Islam yang terbuka dan inklusif.
“Bermuhammadiyah itu jangan membangun tembok, tapi bangunlah jembatan. Kita harus terbuka, tidak hanya untuk keluarga Muhammadiyah, melainkan juga untuk saudara-saudara dari organisasi lain, bahkan non-Muslim. Itulah watak Muhammadiyah sejak awal: inklusif dan mencerahkan,” ujarnya dalam Pengajian Daerah di Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Ahad (28/9/2025).
Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah dari cabang dan ranting se-Malang Raya. Ketua PCM Singosari, H. Ahmad Syaifudin S.H., M.Hum, selaku tuan rumah melaporkan bahwa cabang Singosari telah mengelola 21 bidang tanah wakaf dan sedang merintis panti asuhan putri.
“Mudah-mudahan amanah ini bisa kami jalankan sebaik-baiknya. Kami juga memohon doa agar panti asuhan yang kami rintis dapat berjalan lancar demi kemaslahatan umat,” katanya.
Pengajian sebagai DNA Muhammadiyah
Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. H. Biyanto M.Ag, dalam tausiyahnya menegaskan pentingnya tradisi pengajian bagi Muhammadiyah.
“Barang siapa keluar rumah untuk menuntut ilmu, maka ia bagaikan sedang berjihad di jalan Allah. Melalui majelis ilmu, kita meneguhkan komitmen mencerahkan umat dan memberi manfaat seluas-luasnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Biyanto juga meresmikan lima masjid baru di wilayah Singosari dengan menandatangani prasasti peresmian. Kelima masjid tersebut adalah Masjid Addakwah, Masjid Al-Ikhlas, Masjid Ar-Rasyid, Masjid Yahya, dan Masjid Al-Hilal.
Pengajian Daerah kali ini juga dirangkai dengan penyerahan SK PCA Sumbermanjing Wetan, pengukuhan kader Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA), santunan Lazismu, serta peluncuran program ekonomi persyarikatan. Di antaranya distribusi minuman sehat Qmas dan pembentukan komunitas BikersMu. (*)
(Nurul Hidayah)






0 Tanggapan
Empty Comments