Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PDM Lamongan: Santri Al Mizan Harus Siap Jadi Pemain Utama Indonesia Emas 2045

Iklan Landscape Smamda
Ketua PDM Lamongan: Santri Al Mizan Harus Siap Jadi Pemain Utama Indonesia Emas 2045
pwmu.co -
Ketua PDM Lamongan saat memberikan Tausiyah dalam Akhirussanah Al Mizan. (Alfain/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, KH Drs Shodikin MPd, memberikan tausiah penuh semangat dan harapan dalam acara Akhirussanah Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan ini berlangsung di halaman Al Mizan Putra dan dihadiri ratusan santri, wali santri, serta jajaran pengasuh dan pembina pesantren.

Mengawali ceramahnya, KH Shodikin menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir di tengah-tengah para santri yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga hingga enam tahun di pesantren. Ia mengapresiasi capaian para santri, terutama dalam bidang tahfidz, mulai dari 3 hingga 30 juz.

“Alhamdulillah, proses pendidikan mereka di pesantren ini berlangsung dengan penuh sukacita. Hari ini kita menyaksikan hasilnya,” ungkapnya.

Optimisme Menuju Indonesia Maju

Dalam tausiah, KH Shodikin menyampaikan kabar menggembirakan: Indonesia diprediksi menjadi negara maju pada tahun 2045, tepat seabad setelah kemerdekaan. Ia pun menanamkan optimisme kepada para wali santri dan santri bahwa kelak Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara dalam kelompok G7 atau G8.

“Siapa tahu, presiden Indonesia tahun 2045 adalah alumni Al Mizan!” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Optimisme itu, menurutnya, bukan tanpa dasar. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, baik di permukaan maupun di dalam bumi. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Persiapan Anak-Anak Menghadapi Zaman

KH Shodikin kemudian mengajak para hadirin untuk melihat ke masa depan anak-anak mereka. Jika sekarang para santri berusia 18 tahun, maka pada 2045 mereka akan berusia sekitar 38 hingga 40 tahun—usia matang untuk memimpin dan berkontribusi bagi bangsa.

“Kalau sekarang mereka tidak dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di negerinya sendiri,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menggambarkan bahwa pendidikan adalah proses dialog antargenerasi: dari generasi yang lebih matang kepada generasi penerus. Dan dialog ini bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menyiapkan mental dan spiritual anak-anak menghadapi zamannya.

Ketua PDM dua periode ini menegaskan bahwa zaman sudah berubah dengan sangat cepat. Generasi orang tua kini harus sadar bahwa anak-anak mereka akan menghadapi era yang jauh berbeda—era digital, kecerdasan buatan, dan percepatan informasi.

“Anak-anak kita lahir di era ini. Mereka akan menghadapi tantangan baru, maka mereka harus disiapkan lahir dan batin,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi Pondok Pesantren Al Mizan yang tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tapi juga mengokohkan fondasi spiritual dan akhlak mulia.

Menurutnya, inilah kombinasi penting agar para santri siap menjadi pemain utama di masa depan, bukan sekadar penonton.

“Pendidikan itu bukan sekadar hafalan atau nilai akademik, tapi pembentukan karakter dan kesiapan mental menghadapi dunia,” tandasnya.

KH Shodikin menutup tausiahnya dengan harapan besar kepada para santri dan orang tua. Ia berpesan agar proses pendidikan tidak berhenti di pesantren, melainkan terus berlanjut di rumah dan lingkungan masing-masing.

“Mari terus bersinergi, mendidik anak-anak kita menjadi generasi Indonesia emas yang siap memimpin dan memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu