Menyikapi musibah ambruknya musholla Pondok Pesantren Al Khoziny, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo segera menggelar rapat koordinasi di Kantor PDM Sidoarjo, Selasa (30/9/2025).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PDM Sidoarjo, Prof. Dr. A Dzoul Milal M.Pd, menghasilkan keputusan penting untuk menggalang solidaritas dan bantuan bagi para santri terdampak.
“Agenda rapat ini untuk meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya para santri yang sedang tertimpa musibah. Muhammadiyah hadir dengan langkah konkret memberikan bantuan,” tutur Burhanuddin, Sekretaris PDM Sidoarjo.
Dalam rapat yang dihadiri jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, ortom, Lazismu, amal usaha, serta perwakilan rumah sakit Muhammadiyah, disepakati penggalangan dana sosial melalui AUM dan masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo. Donasi akan dibuka serentak pada Jumat (3/10/2025).
Prof Milal menegaskan, langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian Muhammadiyah. “Solidaritas adalah bagian dari ajaran Islam. Kita ingin para santri dan keluarga pesantren Al Khoziny merasakan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, PDM Sidoarjo akan mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh PCM dan PRM se-Kabupaten Sidoarjo untuk turut serta menghimpun dana dari:
1. Anggota dan simpatisan Muhammadiyah.
2. Guru, karyawan, dan peserta didik AUM.
3. Infaq masjid Muhammadiyah pada Jumat pertama bulan Oktober 2025.
Penghimpunan dana ini akan dikoordinasi langsung oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo, dengan dukungan MDMC serta jaringan amal usaha Muhammadiyah.
“Semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban korban, sekaligus menjadi bukti nyata semangat persaudaraan Islam dan kepedulian sosial warga Muhammadiyah,” pungkas Burhanuddin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments