Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan, Husnul Abid Saputra, S.Pd., menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja (Wilker) V yang diselenggarakan pada Sabtu (24/1/2026) di MI Muhammadiyah 1 Lopang. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkaderan formal Nasyiatul Aisyiyah yang diikuti oleh kader dari beberapa cabang di Wilayah Kerja V.
Dalam materinya yang bertajuk “Manajemen Organisasi Nasyiatul Aisyiyah”, Abid menegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang kemasyarakatan, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan muda. Oleh karena itu, pengelolaan organisasi harus dilakukan secara tertib, sistematis, dan berorientasi pada dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Ia menjelaskan bahwa secara struktural, Nasyiatul Aisyiyah memiliki organisasi yang berjenjang mulai dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Ranting. Struktur tersebut menunjukkan bahwa NA adalah organisasi kader sekaligus organisasi massa yang bersifat formal, demokratis, dan menjunjung tinggi prinsip kolektif-kolegial dalam setiap pengambilan keputusan.
Abid memaparkan bahwa manajemen organisasi NA mengikuti siklus manajemen modern yang dijiwai nilai-nilai Islam, meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Perencanaan dilakukan melalui musyawarah dalam forum muktamar dan musyawarah di setiap tingkatan untuk menetapkan arah kebijakan dan program kerja. Selanjutnya, pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian bidang dan departemen sesuai kebutuhan dakwah dan isu strategis perempuan.
Dalam pelaksanaan program, kader NA didorong untuk bekerja dengan semangat pengabdian dan jihad dakwah. Sementara itu, fungsi pengawasan dilakukan melalui laporan pertanggungjawaban serta evaluasi berkala agar organisasi tetap berjalan sesuai tujuan.
Ia juga menyoroti pentingnya sistem perkaderan yang berjenjang, mulai dari DANA tingkat dasar hingga paripurna, serta perkaderan pendukung lainnya. Sistem ini menjadi tulang punggung keberlanjutan organisasi dan sarana menyiapkan kader perempuan yang tangguh, kompeten, dan berintegritas.
Lebih lanjut, Abid menegaskan bahwa manajemen NA bukan sekadar mengelola sumber daya manusia, tetapi mengelola dakwah secara terstruktur dan berkesinambungan. Kekuatan utama organisasi terletak pada tertib administrasi, soliditas kader, serta kejelasan struktur dan kewenangan dari pusat hingga ranting.





0 Tanggapan
Empty Comments