Sambutan pertama dalam rangkaian Musyawarah Komisariat (Musykom) dan Musyawarah Koordinator Komisariat (Musykoorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ke-27 disampaikan oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Dika Agus Irawan.
Acara bergengsi tersebut dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo, pada Jumat-Ahad (31-2/10-11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kader dari berbagai komisariat di lingkungan IMM Unesa yang datang dengan penuh semangat, membawa harapan dan tekad untuk memajukan gerak organisasi ke arah yang lebih berkemajuan.
Dalam sambutannya, Dika Agus Irawan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah yang telah memberikan tempat dan fasilitas bagi terselenggaranya kegiatan, kepada seluruh panitia yang bekerja dengan sepenuh hati, serta kepada para peserta musyawarah yang hadir dengan semangat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa terselenggaranya kegiatan besar ini tidak lahir begitu saja, melainkan hasil dari sinergi, kerja keras, dan keikhlasan seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, semangat kolektif inilah yang menjadi cerminan nyata nilai-nilai keorganisasian dan kekaderan dalam tubuh IMM.
Lebih lanjut, Dika menjelaskan bahwa Musyawarah Komisariat dan Musykoorkom bukan hanya rutinitas tahunan atau sekadar forum formalitas belaka. Lebih dari itu, ia memandang musyawarah sebagai ruang pembelajaran yang sarat makna, tempat setiap kader berproses untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus menyusun strategi baru bagi keberlangsungan organisasi.
Dalam forum ini, kata Dika, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk melahirkan gagasan-gagasan segar dan konstruktif demi memperkuat peran IMM di tengah dinamika kehidupan kampus dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menutup sambutannya, Dika berharap agar jalannya musyawarah dapat berlangsung dengan suasana yang kondusif, terbuka, dan penuh rasa kekeluargaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum ini bukan hanya sebagai ajang adu gagasan, melainkan juga sebagai ruang mempererat persaudaraan antar kader.
“Sampaikan pendapat dengan santun, dengarkan dengan lapang dada, dan kedepankan semangat musyawarah untuk mufakat,” ujarnya penuh harap.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari partisipasi aktif, keikhlasan, dan komitmen setiap kader dalam mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Dengan semangat itu, ia yakin IMM Unesa akan terus tumbuh menjadi organisasi yang solid, progresif, dan berkemajuan, selaras dengan nilai-nilai luhur Muhammadiyah.(*)


0 Tanggapan
Empty Comments