Dalam sambutan iftitahnya di Gebyar Puncak Milad ke-28 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Timur yang digelar di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang pada Sabtu (8/11/2025), Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Rukmini Ammar, M.Pd., mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia mengutip hadits Rasulullah: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena zaman mereka berbeda dengan zamanmu.”
“Di era digital ini ada musuh yang bisa mencerdaskan sekaligus menyesatkan. Maka dari itu, orang tua harus mendampingi anak-anak dan menjalin kerja sama yang cerdas dengan para guru,” pesannya.
Dalam kesempatan ini, Rukmini menyapa hangat para murid dan guru serta memberikan apresiasi kepada anak-anak TK Aisyiyah sebagai generasi penerus bangsa.
“Kepemimpinan bangsa Indonesia kelak akan dipimpin oleh anak-anak yang hadir di sini,” ujar Rukmini disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Rukmini kemudian menyampaikan pesan kepada guru, orang tua, dan murid dengan mengutip doa Rasulullah SAW kepada tiga kader mudanya: “Allaahumma faqqihhu fiddiin wa allimhut ta’wiil, wahdihim ilaa saa’issabiil.”
Ia menjelaskan bahwa doa tersebut bermakna harapan agar anak-anak mendapat pemahaman mendalam tentang agama serta mendapat petunjuk menuju jalan yang benar.
Lebih lanjut, Rukmini menegaskan bahwa guru Aisyiyah harus menjadi pendidik yang kompeten, berjiwa ikhlas, serta memiliki kekuatan fisik dan spiritual.
“Guru tidak hanya menjadi mu’allim yang mentransfer ilmu, tetapi juga murabbi yang selalu hadir di hati anak-anak,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rukmini berbagi pengalaman pribadi ketika disapa oleh mantan muridnya yang dulu dikenal memerlukan perhatian khusus dan sempat tidak naik kelas, namun kini telah sukses menjadi kepala bagian di sebuah rumah sakit ternama.
“Itu artinya guru tidak boleh putus asa. Keberhasilan anak mungkin belum terlihat sekarang, tetapi akan tampak beberapa tahun mendatang,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Rukmini mengingatkan bahwa sekolah Aisyiyah telah berdiri sejak tahun 1919, jauh sebelum banyak pihak memperhatikan pendidikan anak usia dini. Sekolah tersebut dipelopori oleh Ibu Nyai Walidah, istri pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan dengan nama Froubel.
“Pendidikan anak usia dini sangat penting karena menjadi fondasi untuk mencetak generasi penerus bangsa,” pungkas Rukmini. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments