Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PWM Jatim Ingatkan Peran Khalifah: Jaga Alam dan Cegah Bencana

Iklan Landscape Smamda
Ketua PWM Jatim Ingatkan Peran Khalifah: Jaga Alam dan Cegah Bencana
Sukadiono saat memberikan sambutan dalam kajian ramadan PWM Jatim 1447 H. (Jabir/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Kajian Ramadan 1447 H/2026 M pada Sabtu–Ahad (21–22/2/2026) bertempat di Universitas Muhammadiyah Jember.

Kegiatan ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” sebagai upaya meneguhkan peran umat Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghadapi tantangan kebencanaan.

Kajian Ramadan tahun ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir yang hadir secara daring, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, serta Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Jawa Timur, Sukadiono, menegaskan bahwa tema yang diangkat adalah Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ekoteologi merupakan upaya teologis untuk mengintegrasikan ajaran Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir masyarakat disuguhi berbagai berita bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang berkaitan dengan kerusakan hutan dan penggundulan lahan. Aktivitas tersebut, jika tidak dikendalikan, berpotensi menimbulkan dampak ekologis serius.

Ia menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi dengan tugas merawat, menjaga, dan memastikan keberlanjutan alam. Karena itu, menjaga keseimbangan lingkungan menjadi bagian dari amanah keimanan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sukadiono juga mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat perbuatan manusia. Bencana yang terjadi hendaknya menjadi peringatan agar manusia kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki relasi dengan alam.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mitigasi bencana dan budaya merawat lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana seperti menjaga kebersihan saat berbuka puasa dan tidak membuang sampah sembarangan merupakan bagian dari ibadah ekologis.

“Jika kebiasaan kecil ini kita lakukan secara konsisten, dampaknya akan besar bagi kelestarian lingkungan. Insyaallah, jika alam terpelihara, berbagai musibah yang tidak kita inginkan dapat diminimalisasi,” ujarnya.

Kajian Ramadan PWM Jawa Timur ini diharapkan menjadi inspirasi gerakan dakwah ekologis Muhammadiyah, sekaligus mendorong kesadaran kolektif umat untuk menjaga bumi sebagai amanah Ilahi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu