Pimpinan Pusat Aisyiyah menerima kunjungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nia Nurhasanah beserta rombongan. Bertempat di TK ABA Kauman Yogyakarta, langsung menyambut kunjungan ini adalah Ketua Umum PP Salmah Orbayinah, Sekretaris Diyah Puspitarini, dan Bendahara Rita Pranawati, (16/2/26).
Ketua Umum PP Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menjelaskan bahwa TK ABA Kauman merupakan taman kanak-kanak pertama yang berdiri pada tahun 1919. Lembaga ini hadir atas keprihatinan terhadap terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak masyarakat pribumi pada masa itu.
“TK ABA Kauman adalah Taman Kanak-Kanak pertama yang berdiri pada tahun 1919. TK ini hadir atas keprihatinan terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak masyarakat pribumi saat itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada masa tersebut akses pendidikan lebih banyak dinikmati anak-anak petinggi Belanda dan kalangan berada, sementara anak-anak buruh dan keluarga kurang mampu tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Kondisi itulah yang mendorong lahirnya gagasan layanan pendidikan bagi semua dan agar anak-anak dapat belajar bersama dalam satu gedung.
Salmah menyampaikan, jika bicara Aisyiyah maka tidak terlepas dari pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan bidang pertama yang menjadi fokus gerakan Aisyiyah sebelum kemudian berkembang ke bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
Salmah juga menegaskan komitmen Aisyiyah untuk menjaga keberlanjutan TK ABA Kauman di tengah berbagai tantangan, mulai dari kondisi bangunan, ketersediaan sumber daya manusia, hingga kesejahteraan guru. Terlebih, TK ABA Kauman memiliki nilai historis yang kuat, termasuk gedung utamanya yang merupakan bangunan heritage.
Sementara itu, Nia Nurhasanah, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah RI menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk mengenal lebih dekat TK ABA Kauman yang merupakan pelopor pendidikan anak usia dini.
Nia menyatakan dukungan pemerintah terhadap pengembangan TK ABA Kauman melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Langkah selanjutnya adalah kita koordinasi tim, dan saya juga akan meminta tim teknis datang langsung untuk melihat dan merancang seperti apa tindak lanjut yang perlu dilakukan,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Rita Pranawati, menyampaikan apresiasi atas komitmen Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung TK ABA Kauman.
Ia menilai TK ABA Kauman memiliki sejarah panjang dalam membuka akses pendidikan, termasuk bagi anak perempuan di masa ketika kesempatan bersekolah masih terbatas.
“Bahkan pada waktu itu hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan sekolah, nah di sini anak perempuan pertama kali diajak ke ruang publik untuk masuk sekolah,” ujarnya.
Rita menambahkan bahwa PCA Kauman selaku pengelola juga perlu menyusun roadmap pengembangan yang komprehensif. Menurutnya, arah pengembangan tidak hanya terkait pembenahan fisik bangunan, tetapi juga penguatan sumber daya manusia serta penegasan ciri khas atau keunggulan yang ingin diangkat oleh TK ABA Kauman.
Ia juga mendorong pengelola TK ABA untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna semakin memajukan dan memperkuat keunggulan TK ABA Kauman di masa mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Elyusra Muallimin, Tenaga Ahli Mendikdasmen; Soripada Harahap, Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD; Ketua PCA Gondomanan, Iswandari beserta jajarannya Sri Suratun, Sumarni dan Pipit Yusfrita. Dalam kesempatan tersebut, TK ABA Kauman juga menerima Bantuan Peningkatan Mutu Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.






0 Tanggapan
Empty Comments