Memperbanyak doa saat berpuasa adalah amalan yang sangat dianjurkan karena doa orang yang berpuasa termasuk mustajab (tidak tertolak) sepanjang hari hingga waktu berbuka.
Manfaatkan momen spiritual ini untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, memohon ampunan, serta mendoakan keluarga dan sesama umat Muslim.
Rasulullah saw menegaskan, orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, terutama saat menjelang berbuka puasa.
Puasa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga jiwa menjadi lebih lembut dan tunduk dalam memanjatkan permohonan.
Waktu-Waktu Utama untuk Berdoa
Selain sepanjang hari saat berpuasa, terdapat waktu-waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa:
Saat Sahur: Waktu mustajab di sepertiga malam terakhir.
Sepanjang Siang Hari: Saat rasa lapar dan haus dirasakan, ini adalah momen tepat untuk bermunajat.
Saat Menjelang Berbuka: Waktu di mana hati sedang penuh ketundukan setelah menjalankan ibadah puasa.
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
tiga otang yang do’a nya tidak tertolak :
– Orang yang berpuasa sampai ia berbuka,
– Pemimpin yang adil, dan
– do’a orang yang dizholimi.
(HR. Ahmad 2/305)
● Al Imam An Nawawi rohimahullah berkata,
“Disunahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)
● Al Imam Ibnu Rojab rohimahullah berkata,
Doa orang yang sedang berpuasa mustajab, baik saat ia sedang berpuasa maupun saat ia berbuka puasa.
“Oleh sebab itulah sahabat Ibnu Umar dahulu apabila berbuka puasa ia mengucapkan,
اَللَّهُمَّ يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اِغْفِرْ لِيْ
“allaahumma yaa waasi’al maghfiroh, ighfir lii”
“Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Luas Pengampunan-Nya, ampunilah aku..” (Lathoiful Maa’rif, 1/211). (*)






0 Tanggapan
Empty Comments