Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH Najih Ihsan, MA: Kebodohan Salah Satu Sumber Utama Rusaknya Akidah Umat

Iklan Landscape Smamda
KH Najih Ihsan, MA: Kebodohan Salah Satu Sumber Utama Rusaknya Akidah Umat
KH Najih Ihsan, MA saat memberikan materi Pengajian Ahad Pagi PCM Tulangan. (Sumardani / PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan kembali menggelar Pengajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad (8/2/2026) di Mushala Al-Firdaus, Perum Modernland GG 2 No.16 RT 06 RW 01, Dusun Ngemplak, Desa Kepatihan, Tulangan.

Hadir sebagai pemateri KH Najih Ihsan, MA, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dengan tema Mengokohkan Tauhid dalam Menyambut Ramadhan Menuju Amal Saleh Berkemajuan.

Pengajian ini dihadiri Ketua dan jajaran PCM Tulangan, seluruh PRM, PRA, Ortom se-Cabang Tulangan, serta warga Persyarikatan Muhammadiyah setempat.

Dalam sambutan iftitah, Ketua PCM Tulangan Abdillah Adhie mengapresiasi PRM Ngemplak sebagai tuan rumah. Meski tergolong baru, PRM Ngemplak dinilai menunjukkan semangat luar biasa dalam menyelenggarakan kajian rutin cabang.

Ia juga menyampaikan perkembangan terbaru, di antaranya keberhasilan PRM Ngemplak membebaskan tanah untuk pembangunan TPQ serta kesiapan Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan—salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PDA Sidoarjo—untuk menjadi tuan rumah pengajian berikutnya.

Memaknai Syahadat sebagai Fondasi Tauhid

Mengawali tausiyahnya, KH Najih Ihsan menyapa jamaah dan mengapresiasi antusiasme kehadiran mereka sebagai bagian dari ikhtiar mengembangkan dakwah Islam.

Ia kemudian mengajak jamaah memaknai dua kalimat syahadat sebagai fondasi utama tauhid.

Asyhadu an laa ilaaha illallaah berarti tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Artinya, seluruh ibadah dan aktivitas harus diniatkan karena Allah,” jelasnya.

Sementara makna wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah mencakup lima konsekuensi penting:

Satu, Meyakini Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Dua,  Membenarkan seluruh ajaran yang disampaikan beliau. Tiga, Menaati perintahnya. Empat, Menjauhi larangannya. Lima, Beribadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Menurutnya, seluruh umat Islam memiliki syahadat yang sama, sehingga konsekuensi pengamalannya pun harus sama, yakni berlandaskan dalil yang benar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menegaskan pentingnya ilmu dalam menjaga kemurnian akidah. “Umat Islam wajib berilmu—ilmu tentang Allah, tentang Nabi, dan tentang Islam—semuanya harus berdasarkan dalil. Di Muhammadiyah ada Majelis Tarjih yang menjadi pedoman dalam memahami ajaran Islam secara benar,” ujarnya.

Lima Penyebab Rusaknya Akidah

Dalam kajiannya, KH Najih Ihsan juga memaparkan lima hal yang dapat merusak akidah umat:

1. Kebodohan, yakni tidak mau belajar agama atau adanya orang berilmu yang enggan mengajarkan ilmunya. “Kebodohan adalah sumber utama rusaknya akidah umat,” tegasnya.

2. Fanatisme buta terhadap tradisi nenek moyang, meskipun bertentangan dengan ajaran Islam.

3. Taklid buta, termasuk mudah menerima dan menyebarkan informasi dari sumber yang tidak jelas, seperti media sosial tanpa verifikasi.

4. Berlebihan dalam mengagungkan orang saleh, hingga melampaui batas syariat.

5. Tidak mau mentadabburi ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Di akhir pengajian, ia menandaskan bahwa Muhammadiyah terus mendorong umat Islam menjadi umat yang cerdas, berilmu, dan mencerahkan, serta tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana dipahami melalui manhaj Tarjih.

“Tauhid harus kokoh agar amal saleh yang kita bangun benar-benar menjadi amal yang berkemajuan,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu