
PWMU.CO – Khutbah Jumat (4//2025) masjid Al-Falah Jalen Genteng Banyuwangi yang disampaikan oleh Abu Tholib Shum mengusung tema Meraih Ampunan Melalui Amal Kebaikan di Bulan Muharram.
Dengan nada yang cukup tinggi merupakan ciri has pembawaan dari ustadz Abu dalam menyampaikan materi khutbah, sehingga bisa di dengar jamaah dengan cukup jelas. Sebagi pembuka khutbahnya ustadz Abu menyitir al Quran surat Ath-Thalaq: 2-3.
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezki dari arah yang tidak dia duga.”
Dalam kehidupan ini tidak ada satupun diantara kita yang luput dari kesalahan, sebagai manusia kita diciptakan dengan tabiat lupa, lemah dan sering tergelincir dalam perbuatan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, namun demikian rahmat Allah Swt. jauh lebih luar daripada dosa-dosa hamba-Nya, Allah tidak hanya membuka pintu taubat tetapi juga menyediakan berbagai jalan untuk melebur kesalahan dengan amal-amal kebaikan, jelasnya.
Empat Perbuatan-Perbuatan Baik
Dalam khutbah selanjutnya Abu menyampaikan, salah satu bentuk kasih sayang Allah yang nyata adalah dengan diberikannya kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang Allah syariatkan sebagaimana firman-Nya.
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan, itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)” (QS. Hud: 114).
Perbuatan Baik
Al-Mawardi dalam kitabnya An-Nukat Wal ‘Uyun jilid 2 menjelaskan bahwa yang dimaksud perbuatan-perbuatan baik (hasanah) dalam QS.Hud : 114 seditaknya ada empat, yaiitu:
Pertama, yang dimaksud hasanat pada ayat diatas adalah menjalankan shalat lima waktu, atas pendapat dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Al-Hasan al-Basri dan Adh-Dhahhak.
Kedua, hasanat adalah dzikir yaitu berupa ucapan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Dzikir adalah al-baqiyat as-salihat (amal-amal baik yang kekal) dari Atha’.
Ketiga, hasanat yaitu seluruh amal kebajikan yang diridhai Allah atau amal kebaikan yang diterima Allah.
Keempat, hasanat sebagian besar ulama menafsirkan suatu pahala dari ketaatan yang mampu menghapus hukuman yang diakibatkan perbuatan maksiat.
Setelah kita memahami bahwa amal kebaikan yang berupa shalat lima waktu, dzikir, amal yang diterima dan ketaatan yang memiliki daya hapus terhadap dosa-dosa. Makaka sangatlah tepat jika kita menaruh perhatian lebih terhadap bualan Muharram ini.
“Bulan Muharram bukan sekedar awal tahun hijriyah namun termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah, bersama bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab,” ujar Abu sebelum mengakhiri khutbahnya. (*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments