Khatib Jumat, Taufiqur Rohman, M.Pd.I. mengingatkan jamaah terhadap predikat sebagai umatan wasathan, Jumat (30/1/2026).
Peringatan tersebut disampaikan saat ia menjadi khatib Jumat di Masjid Al-Huda yang berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 60 Genteng Banyuwangi. Ibadah Jumat ini diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon.
Pukul 11.40 WIB khotbah dimulai. Di awal khotbah, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena masih diberikan kesempatan untuk menghadiri ibadah Jumat ini.
“Semoga Allah memberikan ridha-Nya terhadap ibadah Jumat yang kita lakukan di siang hari ini,” harapnya.
Selanjutnya ia berwasiat takwa kepada jamaah dengan takwa yang sebenar-benarnya. Dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Kemudian khatib membacakan ayat al-Quran dalam Surat al-Baqarah 143. Di ayat tersebut dijelaskan bahwa umat Islam diciptakan oleh Allah dengan mendapatkan kemuliaan sebagai umatan wasathan.
Lebih lanjut, khatib menjelaskan arti umatan wasathan yang memiliki beberapa makna. Antara lain, umat pertengahan, moderat, toleran, dan umat yang adil.
“Ini penting untuk kita sadari dalam kehidupan masyarakat yang plural dan majemuk ini,” ajaknya.
Apalagi beberapa hari lagi ke depan, umat Islam memasuki bulan Ramadan yang penuh kemuliaan. Dengan menyadari bahwa dirinya sebagai umatan wasathan, maka seorang muslim seharusnya tidak perlu memberi komentar yang negatif. Termasuk tindakan memprovokasi kepada yang lain karena suatu perbedaan yang terjadi.
Khatib memberikan contoh beragamnya komentar dari para netizen di media sosial. Khususnya terkait kabar awal Ramadan 1447 Hijriyah yang diprediksi akan mengalami perbedaan. Seperti maklumat dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh bersamaan dengan tanggal 18 Februari 2026. Semetara yang lain tidak mengawali puasa pada tanggal tersebut.
Sebagai umat yang moderat mestinya seorang muslim menyikapi perbedaan tersebut dengan pikiran jernih. Karena mulai tahun 2026 ini, Muhammadiyah menggunakan kriteria parameter global atau menggunakan Kalender Hijriah Gobal Tunggal (KHGT) dalam penentuan bulan baru.
Khotbah berlangsung dengan khidmat. Di akhir khotbah, khatib berpesan kepada jamaah untuk bersiap-siap menyambut datangnya Ramadan. Dengan persiapan yang matang, sehingga nantinya dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan baik, khusyuk, dan tetap mengharap ridha Allah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments