Khatib Jumat, Mohammad Sulim menerangkan ciri-ciri generasi yang terburuk, Jumat (26/09/2025).
Hal ini tersampaikan saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa, Jalan Raya Pandan Genteng Banyuwangi Jawa Timur.
Pelaksanaan ibadah Jumat ini terhadiri oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Kembiritan.
Khotbah berlangsung sejak pukul 11.20 WIB. Di awal khotbah, Mohammad Sulim mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT kerena masih diberikan rahmat-Nya yang berupa kesempatan untuk hadir di majelis Jumat ini. Setelah itu ia mewasiatkan takwa kepada jamaah.
“Mari kita tingkatkan takwa dengan sebenarnya-benarnya. Dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya” ujarnya.
Siklus Sejarah Masyarakat menurut Imam Khaldun
Selanjutnya ia mengulas khotbahnya dengan menjelaskan siklus sejarah perjalanan masyarakat menurut kitab Muqaddimah karya ulama Ibnu Khaldun.
Dalam uraiannya ia menerangkan ada 3 fase generasi dalam membentuk sejarah peradaban masyarakat. Yaitu fase generasi perintis atau pejuang, keemasan, dan kemunduran.
Menurutnya umat Islam harus berhati-hati dalam menyikapi perkembangan peradaban masyarakat, terutama pada fase ketiga tersebut, yakni generasi kemunduran.
Mohammad Sulim yang juga guru Ismuba SMA Muhammadiyah 2 itu membacakan hadis nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Ad Dailami. Adapun hadits tersebut menyampaikan terkait 4 ciri-ciri generasi yang terburuk, antara lain:
Pertama, generasi yang hanya memperhatikan urusan perut. Hidupnya hanya untuk makan.
Kedua generasi yang menilai kehormatan dan kemuliaan mereka hanya pada kekayaan (benda) semata.
Ketiga generasi yang kiblat mereka hanya mengenai urusan wanita (seks).
Sedangkan generasi yang keempat adalah mereka yang gila terhadap uang (harta, emas, dan perak).
Khatib yang bertinggal di Dusun Pandan itu menekankan 4 ciri generasi terburuk tersebut haruslah generasi muslim hindari ke depan. Mereka itu adalah makhluk yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian pahala di sisi Allah di akhirat kelak.
Pelaksanaan khutbah berlangsung dengan khidmat dan berlanjut dengan shalat Jumat berjamaah yang berlangsung dengan khusyuk. Pada rakaat pertama imam membaca Surat al Ala. Sedangkan pada rakaat kedua dibacan surat at Tin.






0 Tanggapan
Empty Comments