
PWMU.CO – Khatib Jumat, Nawachid MPd menyampaikan keistimewaan bulan Dzulhijah, Jumat (23/5/2025).
Hal ini disampaikan saat khutbah Jumat di Masjid al-Amin, Pusat Dakwah Muhammadiyah Genteng. Tepat pukul 11.24 WIB pelaksanaan khutbah dimulai. Diikuti oleh jamaah masjid setempat dan Muhammadiyah Ranting Genteng Wetan.
Di awal khutbahnya ia mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah Swt. Karena atas nikmat-Nya sehingga para jamaah dapat menghadiri ibadah Jumat ini.
Selanjutnya ia mewasiatkan takwa kepada jamaah. Dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa bulan Dzulhijah yang akan segera datang memiliki keistimewaan, di antaranya amalan ibadah di dalamnya menjadi yang paling utama, memperoleh ampunan Allah, dan limpahan rahmat-Nya.
Oleh karena itu ia mengajak jamaah untuk melakukan amalan-amalan di bulan Dzulhijah ini. Di antara amalan tersebut adalah:
- Beramal pada 10 hari awal bulan Dzulhijah, termasuk di malam harinya.
- Melaksanakan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini pahalanya dapat menghapus dosa selama 1 tahun yang lalu maupun 1 tahun yang akan datang. Hal ini sesuai dengan isi hadits Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah Ra.
- Berpuasa Senin dan Kamis.
- Memperbanyak dzikir dan takbir sesuai hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas Ra.
- Menunaikan ibadah haji dan umrah minimal sekali seumur hidup bagi mampu. Ibadah haji ini dikategorikan sebagai amalan yang paling utama dalam ajaran Islam, sehingga pelakunya akan dimasukkan surga di akhirat kelak.
- Berkurban hewan ternak. Seperti kambing atau sapi.
- Melakukan taubat kepada Allah atas semua kesalahan, karena manusia tidak lepas dari dosa. “Sebagaimana pepatah arab yang mengatakan Al insanu mahalul khatta wannisyan,” ulasnya.
Selanjutnya, khatib domisili Setail itu membacakan ayat al-Quran dalam Surat az-Zumar 53. Di ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah memanggil orang yang perbuatannya telah melampaui batas agar bertaubat dan tidak putus asa dari rahmat-Nya.
- Melaksanakan shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijah.
- Meningkatkan amal shalih yang lain, seperti mengerjakan shalat sunah, bersedekah, membaca al-Quran, dan menjalin silaturahmi.
Pelaksanaan khutbah berlangsung dengan khidmat. Setelah itu dilanjutkan dengan shalat Jumat berjamaah. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments