Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KHGT: Upaya Mempersatukan Umat Islam dalam Satu Sistem Penanggalan

Iklan Landscape Smamda
KHGT: Upaya Mempersatukan Umat Islam dalam Satu Sistem Penanggalan
pwmu.co -
Wakil Ketua PWM Jatim, Dr Syamsuddin MAg (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh: Dr Syamsuddin MAg – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

PWMU.CO – Usia umat Nabi Muhammad sudah 1.500 tahun. Namun, umat muslim di seluruh dunia masih menghadapi disparitas dalam memulai ibadah-ibadah utama, seperti puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Perbedaan ini di samping membingungkan juga dianggap sebagai indikator rapuhnya ukhuwwah islamiyah. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diluncurkan Pimpinan Pusat muhammadiyah merupakan solusi integratif untuk mewujudkan prinsip “satu hari, satu tanggal” bagi seluruh umat Islam.

Penentuan awal bulan dilakukan berdasarkan Hisab Hakiki Kontemprer, yaitu perhitungan astronomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hisab diyakini memberikan kepastian yang lebih tinggi dalam menentukan awal bulan, sehingga hisab didahulukan daripada rukyat. Dari sisi teknis pembuatan kalender, rukyat yang hanya dapat diketahui pada H-1 membuat penyatuan kalender menjadi mustahil, sedangkan hisab memungkinkan peramalan tanggal jauh ke depan. Penggunaan hisab dalam penentuan awal bulan ini serupa dengan penggunaan hisab dalam penentuan waktu shalat.

Spirit Ukhuwah Islamiyah

Peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah bukan sekadar langkah ilmiah dan teknis, tetapi menjadi simbol kuat upaya penyatuan umat Islam dunia. Ini sekaligus menjadi momentum bersejarah dalam membangun komitmen kolektif lintas bangsa dan lembaga keislaman. Dengan diluncurkannya KHGT, diharapkan mampu menyadarkan umat Islam akan pentingnya persaudaraan universal, dan hal itu bukan sesuatu yang mustahil. Sebuah mimpi yang sangat mungkin menjadi kenyataan. Jadi walaupun ranahnya adalah teknis dan astronomis, tetapi di dalam KHGT ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu spirit persatuan. Semangat mewujudkan kolektivitas untuk membangun komitmen bersama antar seluruh elemen umat untuk menguatkan keagamaan, budaya dan sejarah.

Tantangan

Pemakaian Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diresmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tentu menghadapi tantangan mulai dari semangat ashabiyah, perbedaan metode penetapan awal bulan, serta koordinasi. Dalam arti kekuatan global yang akan menjadi dirijen dari   KHGT yang mengusung kampanye “One Calendar, One Ummah, One Civilization” ini.

Mengutip pernyataan Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Hamim Ilyas, sejauh ini belum ada pendekatan dengan ormas Islam di luar Persyarikatan Muhammadiyah perihal pemakaian KHGT yang telah diluncurkan. Dikatakan bahwa NU adalah salah satu ormas Islam yang menolak KHGT ini, justru ketika masih wacana. Menurut Kiai Hamim, NU memberikan 30 butir alasan sebagai dasar penolakan penggunaan KHGT, dan 30 alasan itu sudah direspons dengan baik.

Satu perbedaan yang pasti adalah masalah metode penetapan awal bulan qamariyah. NU menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan hilal secara langsung untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah. Termasuk di dalamnya penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Sedangkan KHGT, dalam penyusunannya menggunakan metode hisab hakiki kontemporer, yaitu metode penentuan awal bulan qamariyah yang didasarkan pada perhitungan astronomis secara akurat mengenai posisi bulan, bumi, dan matahari.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Teknologi Mempermudah Urusan Agama

Dalam syariat Islam, manusia dilarang memepersulit dirinya dalam masalah agama. Prinsip ini disebut sebagai prinsip at-taisir. Di antara manfaat dari KHGT adalah mempermudah urusan agama. Dengan KHGT masyarakat tidak perlu menggelar sidang isbat setiap kali menentukan atau menetapkan awal bulan Ramadhan dan awal bulan syawal, yang tentu saja menguras tenagaga dan biaya. Masyarakat cukup melihat angka yang tertera dalam KHGT ini.

Mengutip amanah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, bahwa HGT merupakan bukti kemajuan umat manusia di bidang sains dengan tanpa meninggalkan prinsip syariah atau saling terintegrasi. Aktualisasi dua unsur itu dalam bentuk KHGT, memberikan kepastian soal hari dan tanggal dalam sistem penanggalan Hijriah. Umat akan memiliki kepastian jauh sebelumnya tentang jadwal puasa ramadhan, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan satu Muharram.

Besar harapan kami bahwa launching KHGT ini dapat membuka kebaikan untuk mempersatukan seluruh umat Islam. Mudah-mudahan Allah Swt melimpahkan berkah dan rahmat-Nya pada usaha kolektif ini, dan menjadikannya sukses dan semoga Dia satukan umat Islam atas kebenaran dan kebaikan, serta menjadikan hari ini sebagai pembuka kebaikan universal. (*)

Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu