Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khoirul Abduh: BerMuhammadiyah Jangan Kalah Dengan Pelaku Maksiat

Iklan Landscape Smamda
Khoirul Abduh: BerMuhammadiyah Jangan Kalah Dengan Pelaku Maksiat
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ustadz Khoirul Abduh saat memberi tausiyah di hadapan jamaah Pengajian Ahad Pagi di Desa Karangsemanding, Balongpanggang, Gresik (Notonegoro/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti halaman SD Muhammadiyah 2 Karangsemanding (SD Muda Karisma), Balongpanggang, pada Ahad pagi (25/01/2026).

Sekitar 300 jamaah memadati area sekolah untuk mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan secara spesial dalam rangka memperingati Milad ke-74 lembaga pendidikan tersebut.

Ada pemandangan yang berbeda pada pelaksanaan pengajian rutin bulan ini.

Jika biasanya kegiatan pengajian bulanan pada ahad terakhir ini  di halaman masjid, kali ini lokasi sengaja pindah ke halaman sekolah.

Transformasi halaman sekolah menjadi hamparan jamaah ini merupakan bentuk syukur atas usia ke-74 tahun SD Muda Karisma yang terus konsisten mencerdaskan bangsa.

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Sejak fajar menyingsing, jamaah dan simpatisan Muhammadiyah dari beberapa desa sekitar Desa Karangsemanding duduk lesehan dengan tertib.

Hadir sebagai penceramah utama adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, H. Khoirul Abduh, S.Ag, M.Si.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abduh membawa pesan penting mengenai pentingnya rasa bangga dalam berMuhammadiyah.

Karena itu Ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa “Bermuhammadiyah dengan Gembira“.

Menurutnya, berkhidmat di Muhammadiyah merupakan perbuatan baik yang harus bisa diceritakan dan dibanggakan kepada siapa saja.

Ratusan jamaah Pengajian Ahad Pagi tampak antusias mendengarkan penjelasan Ustadz Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si (Notonegoro/PWMU.CO)

“Bermuhammadiyah itu adalah perbuatan baik, maka harus dilakukan dengan gembira. Kita tidak boleh kalah dengan orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Bayangkan, mereka yang berbuat maksiat saja bisa merasa bangga, bergembira, bahkan menceritakan kemaksiatannya dengan penuh tawa kepada orang lain,” ujar Khoirul Abduh di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, Abduh menyoroti tantangan serius yang dihadapi persyarikatan saat ini.

Ia menceritakan pudarnya militansi di kalangan sebagian warga akibat serangan ideologi lain yang kian masif.

Menurutnya, militansi itu luntur karena banyak warga Muhammadiyah yang tidak lagi mempelajari ideologi dan jati diri Muhammadiyah secara utuh.

Oleh karena itu, ia mendorong jamaah untuk kembali menguatkan pemahaman literasi kemuhammadiyahan agar tidak mudah goyah.

“Masak kita yang sedang menanam investasi akhirat melalui sekolah, masjid, dan dakwah justru terlihat lesu? Mari kita tunjukkan bahwa berislam dan bermuhammadiyah adalah jalan kebahagiaan yang layak dibanggakan,” imbuhnya.

Pengajian yang berlangsung gayeng tersebut berakhir pada pukul 07.45 WIB.

Meski durasi pengajian cukup panjang dan sang surya mulai menanjak naik, sengatan mentari pagi seolah tidak dirasakan oleh para jamaah.

Antusiasme yang tinggi membuat jamaahh tetap bertahan di tempat duduknya masing-masing hingga acara usai.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyajikan tradisi kebersamaan yang menggugah selera.

Setelah pengajian berakhir, seluruh jamaah dijamu makan bersama dengan menu khas Lontong Kikil.

Suasana kekeluargaan begitu kental terasa saat pimpinan, guru, hingga warga umum duduk berjajar menikmati hidangan hangat tersebut. Dengan semangat “bermuhammadiyah gembira”, pengajian kali ini sukses memberikan energi baru bagi dakwah persyarikatan di Karangsemanding.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu