Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Idulfitri 1447: Menumbuhkan Nilai-nilai Ketakwaan di Tengah Peradaban

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Idulfitri 1447: Menumbuhkan Nilai-nilai Ketakwaan di Tengah Peradaban
Oleh : Taufiqur Rohman Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi

Hari Raya Idul fitri menjadi momentum bagi umat Islam untuk meneguhkan kembali nilai-nilai ketakwaan setelah sebulan menjalani ibadah Ramadan. Melalui khotbah Idulfitri 1447 Hijriah ini, umat diajak terus menumbuhkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari di tengah dinamika peradaban.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Puji Syukur dan Momentum Idulfitri

Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Dengan rahmat-Nya kita dapat berkumpul di pagi ini untuk melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2026.

Makna Takbir dan Pengagungan kepada Allah

Hadirin rahimakumullah
Sejak kemarin setelah Maghrib kita melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid. Hal ini dalam rangka untuk mengagungkan asma Allah, mengokohkan jiwa tauhid, dan mensyukuri atas limpahan nikmat-Nya.

Tujuan Puasa: Menjadi Pribadi Bertakwa

Selama satu bulan penuh kita telah menunaikan ibadah puasa dengan tujuan menjadi pribadi yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 183)

Kemuliaan Orang yang Bertakwa

Manusia yang bertakwa adalah manusia paling mulia di sisi Allah. Alangkah indahnya jika kita ini benar-benar termasuk di antara Muttaqin (orang bertakwa) tersebut. Seperti dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Tantangan Menjadi Muttaqin di Tengah Peradaban

Namun, sekali lagi tidaklah serta-merta seseorang dapat menjadikan dirinya sebagai orang yang bertakwa. Zaman terus berputar dengan segala tantangannya. Perlu upaya kesungguhan untuk meraih predikat takwa di tengah peradaban semesta.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain puasa, rangkaian ibadah di bulan Ramadan, sebenarnya dapat kita jadikan rujukan untuk meraih kepribadian mulia tersebut. Seperti tadarus Al-Qur’an, qiyamu Ramadan (salat Tarawih), itikaf, dan zakat fitrah.

Ketakwaan Harus Dijaga Setelah Ramadan

Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu
Maka dari itu perlu proses yang berkelanjutan untuk menjadi pribadi Muttaqin. Misi ini tidak boleh berhenti, apalagi menyelisihi dari visi ketakwaan. Jika upaya itu berhenti, maka manusia akan terdegradasi ke dalam lembah kehinaan.

Oleh karena itu, upaya tersebut harus ditumbuh kembangkan di bulan selain Ramadan. Dan hendaknya dilakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Sebagaimana hadis nabi Muhammad Saw ketika menjelaskan tentang puasa.

.مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan dasar iman dan keikhlasan (mengharap pahala), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah Ibadah Ramadan dalam Kehidupan

Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu
Hadirin rahimakumullah
Ibadah puasa membentuk orang yang bertakwa. Orang yang mampu mengelola kepribadiannya. Ia mampu memadukan antara ucapan dan tindakannya dengan baik dan benar. Melalui tadarus Al-Qur’an, menjadikan pribadi yang selalu menggunakan Al-Qur’an sebagai kompas dalam menjalani kehidupannya. Dengan Qiyamu Ramadan atau salat lail dapat mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan hikmah zakat mengajarkan manusia pada kepedulian sosial.

Menumbuhkan Nilai Ketakwaan Setelah Idulfitri

Alangkah indahnya di hari fitri ini, jika kita terus berusaha menumbuhkan nilai-nilai ketakwaan. Simpulannya adalah, orang yang bertakwa, ia mampu memelihara dirinya untuk menjaga keselarasan antara hubungan vertikal dan horisontal, serta menghiasinya dengan nilai-nilai ketakwaan.

Doa Penutup

Hadirin Rahimakumullah
Mari kita berdoa kepada Allah agar di bulan Syawal ini dan bulan-bulan berikutnya kita mampu menumbuhkan nilai-nilai ketakwaan di tengah peradaban, sehingga menjadi orang yang paling mulia di sisi Allah.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعلَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
الحمد لله رب العالمين

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡