الحمد لله رب العالمين،
الحمد لله الذي أنعمنا بنعمٍ كثيرةٍ لا تُحصى،
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، لا نبي بعده.
اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله،
أوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، فقد فاز المتقون، فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah, kita memulai Jumat ini dengan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syukur itu bukan sekadar ucapan, tetapi kita terjemahkan dengan ikhtiar meningkatkan takwa: berusaha menjalankan perintah Allah semampu kita dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam menjalani hidup, setiap kita pasti punya harapan. Punya keinginan. Punya cita-cita. Dan ketika harapan itu terasa berat, terasa sulit, secara fitrah manusia akan menautkannya kepada Allah. Karena kita sadar, kita ini bukan Tuhan. Kita hamba yang penuh keterbatasan.
Di situlah doa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang mukmin. Bahkan salat disebut salat karena di dalamnya penuh dengan doa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:
﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ﴾
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sungguh Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
Perhatikan kalimatnya, فَإِنِّي قَرِيبٌ — Aku dekat. Bukan jauh. Bukan menunggu. Bukan menunda.
Bahkan ayat ini menggunakan huruf fa, yang menunjukkan tidak ada jeda antara hamba yang berdoa dan Allah yang merespons. Artinya, begitu doa dipanjatkan, saat itu juga Allah mendengarnya.
Karena itu Rasulullah saw menyampaikan dalam hadis qudsi, ketika seorang hamba mendekat kepada Allah dengan berjalan, Allah mendekat dengan berlari. Ini bukan makna fisik, tetapi gambaran betapa cepatnya Allah merespons doa hamba-Nya.
Lalu Allah menegaskan:
﴿أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ﴾
“Pasti Aku jawab doa orang yang berdoa.”
Maka kaidahnya jelas: tidak ada doa yang tidak dijawab. Hanya saja, cara Allah menjawabnya berbeda-beda.
Ada doa yang langsung dikabulkan. Ada doa yang dikabulkan setelah kita dinilai siap.
Ada doa yang ditunda bertahun-tahun. Bahkan ada doa yang baru kita temukan balasannya di akhirat.
Sebagaimana seorang anak kecil meminta motor. Orang tuanya mampu, tapi tidak langsung diberikan. Bukan karena tidak sayang, tapi karena anak itu belum siap.
Namun kemudian muncul pertanyaan besar: “Kalau begitu, mengapa ada doa yang terasa tidak kunjung dikabulkan?”
Jawaban ini disampaikan Rasulullah saw dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim.
Rasulullah saw bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Kemudian Nabi saw menceritakan seseorang yang melakukan perjalanan jauh—dan doa orang yang safar itu mustajab. Ia mengangkat kedua tangannya ke langit—dan itu adab doa. Ia memulai dengan menyebut nama Allah—Ya Rabb, Ya Rabb.
Secara logika, seharusnya doanya cepat dikabulkan.
Namun Nabi saw bersabda:
فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟
مَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ
“Bagaimana doanya akan dikabulkan, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan hidupnya dipenuhi yang haram?”
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Yang haram itu bukan sekadar dosa, tetapi penghalang doa. Ia seperti penutup gelas. Air rahmat ingin masuk, tetapi tertutup.
Karena itu, wahai para pelajar, jauhi yang haram. Wahai para orang tua, carilah yang halal. Wahai para pekerja, jangan bawa yang haram ke rumah.
Karena yang haram mungkin menambah harta, tapi tidak pernah membersihkan jiwa.
Jika yang halal kita jaga, insyaallah doa lebih mudah naik, ilmu lebih mudah masuk, dan hidup lebih mudah diberkahi.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم،
ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم.
Khotbah Kedua
الحمد لله،
والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد بن عبد الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه.
أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته.
Allah berfirman:
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ﴾
اللهم صلِّ وسلم وبارك على نبينا محمد.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات،
وأصلح قلوبنا، وطهّر أرزاقنا، وبارك لنا فيما أعطيتنا.
اللهم انصر إخواننا المستضعفين،
واحفظ بلادنا، ووحّد صفوفنا على الحق.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ…
Sumber: Youtube Adi Hidayat Official





0 Tanggapan
Empty Comments