ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين.
أما بعد: عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan memperbanyak syukur atas segala nikmat yang kita terima.
Nikmat iman, nikmat IsIam, nikmat sehat, dan nikmat sempat sehingga kita bisa berkumpul di masjid ini untuk melaksanakan shalat Jumat.
Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga yaumil qiyamah.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Allah berfirman dalam al-Quran surat An-Nisa ayat 1:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء: 1).
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
Ayat ini menegaskan bahwa silaturahmi adalah bagian dari ketakwaan. Allah memerintahkan kita untuk memelihara hubungan kekeluargaan, dan mengingatkan bahwa Dia selalu mengawasi hamba-Nya.
Dalam ayat lain, Allah memuji orang yang menjaga silaturahmi:
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (الرعد: 21)
“Orang-orang yang menghubungkan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.”
Tafsir Surat An-Nisa ayat 1 dan Ar-Ra’d ayat 21 menjelaskan tentang perintah bertakwa kepada Allah, menjaga hubungan kekeluargaan, dan takut akan hisab di akhirat.
Surat An-Nisa ayat 1 mengingatkan manusia akan asal usul mereka dari satu diri (Adam) dan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi.
Sementara Ar-Ra’d ayat 21 menjelaskan tentang orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, takut kepada Allah, dan takut pada hisab yang buruk di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Silaturahmi bukan hanya sekadar berkunjung, bersalaman, atau bertemu. Silaturahmi adalah menjaga hubungan kasih sayang, saling menolong, dan tidak memutuskan komunikasi dengan kerabat.
Sayangnya, banyak keluarga yang terputus hanya karena persoalan sepele: masalah warisan, perbedaan pendapat, atau rasa iri hati.
Padahal Allah memberikan ancaman keras bagi yang memutus silaturahmi. Dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 22-23:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ • أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰٓ أَبْصَـٰرَهُمْ
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah, lalu ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.”
Rasulullah saw juga memperkuat hal ini dengan sabdanya:
“مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka, jamaah sekalian, mari kita rawat hubungan keluarga kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang Allah murkai hanya karena enggan berlapang dada kepada saudara kita sendiri.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khotbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa memperkuat tali silaturahmi, khususnya dengan keluarga. Jika selama ini ada di antara kita yang berselisih, marilah kita selesaikan dengan penuh keikhlasan. Jangan biarkan syaitan memutuskan ikatan keluarga kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“ليس الواصل بالمكافئ، ولكن الواصل الذي إذا قطعت رحمه وصلها”
“Bukanlah orang yang menyambung silaturahmi itu hanya membalas kunjungan, tetapi orang yang benar-benar menyambung adalah yang tetap menjalin silaturahmi meski keluarganya memutuskan hubungan).” (HR. Bukhari).
Maka, mari kita menjadi orang yang memulai perdamaian, bukan menunggu. Semoga Allah jadikan kita hamba yang selalu menyambung silaturahmi.
Doa
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, حَمْدًايُّوَافِيْ نِعَامَهُ وَيُكَافِيْ مَزِيْدَةْ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمِ سُلْطَانِكَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَل الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَل المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.






0 Tanggapan
Empty Comments